Senin 21 Nov 2022 20:46 WIB

Tim-Tim Eropa Batalkan Rencana Pakai Ban Kapten Pelangi di Piala Dunia 2022

Tim-tim Eropa takut ancaman indisipliner dari FIFA.

 Kapten Inggris Harry Kane bereaksi selama pertandingan sepak bola grup B Piala Dunia FIFA 2022 antara Inggris dan Iran di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar, Senin, 21 November 2022.
Foto: EPA-EFE/Ronald Wittek
Kapten Inggris Harry Kane bereaksi selama pertandingan sepak bola grup B Piala Dunia FIFA 2022 antara Inggris dan Iran di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar, Senin, 21 November 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Inggris, Jerman, dan lima tim Eropa lainnya di Piala Dunia 2022 membatalkan rencana untuk mengenakan ban lengan bermotif pelangi bertulisan OneLove untuk mendukung hak-hak LGBTQ, mengutip ancaman tindakan disipliner dari FIFA.

"FIFA sangat jelas akan menjatuhkan sanksi olahraga jika kapten kami mengenakan ban lengan di lapangan permainan," kata tim-tim Eropa itu dalam pernyataan bersama, seperti dilansir AFP, Senin (21/11/2022).

Baca Juga

Di bawah aturan FIFA, pemain yang mengenakan seragam yang tidak diizinkan oleh badan sepak bola dunia dapat dikenai kartu kuning. Jika pemain itu kemudian diberikan kartu kuning kedua, mereka akan dikeluarkan.

Ban lengan "OneLove" yang semula akan dipakai oleh kapten-kapten tim seperti kapten Inggris Harry Kane dan kiper Jerman Manuel Neuer dirancang sebagai bagian dari kampanye untuk mempromosikan inklusivitas.

Ban lengan seperti itu secara luas dipandang sebagai protes terhadap undang-undang di negara tuan rumah Piala Dunia Qatar, di mana homoseksualitas adalah ilegal.

"Sebagai federasi sepak bola nasional, kami tidak dapat menempatkan pemain kami dalam posisi di mana mereka dapat menghadapi sanksi olahraga termasuk kartu kuning, jadi kami telah meminta kapten tim untuk tidak mencoba mengenakan ban lengan itu dalam pertandingan Piala Dunia FIFA," kata federasi sepak bola Inggris, Wales, Belgia, Denmark, Jerman, Belanda, dan Swiss.

 

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement