Senin 21 Nov 2022 20:55 WIB

Pospenas IX, Taj Yasin: Jateng Siap Menyambut Santri dari Seluruh Tanah Air

Pospenas merupakan wujud keharmonisan antara umat beragama dengan Pemerintah.

Rep: Bowo S Pribadi/ Red: Agung Sasongko
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin meleps Obor Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) IX telah dinyalakan menggunakan api, yang diambil dari sumber api abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan, Senin (21/11).
Foto: dok. Humas Prov Jateng
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin meleps Obor Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) IX telah dinyalakan menggunakan api, yang diambil dari sumber api abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan, Senin (21/11).

REPUBLIKA.CO.ID, GROBOGAN -- Obor Pekan Olahraga dan Seni antar-Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) IX telah dinyalakan menggunakan api, yang diambil dari sumber api abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan, Senin (21/11). Pengambilan api pertama obor Pospenas dilakukan oleh seorang santri atlet pencak silat.

Prosesi selanjutnya --secara estafet-- diserahkan Secara berturut- turut kepada Bupati Grobogan, Sri Sumarni; Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen dan Direktur Pendidikan Diniyah dan Ponpes Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghofur sebelum diserahkan kepada atlet pembawa obor.

Baca Juga

Obor selanjutnya dilepas oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen untuk dikirab menuju Stadion Manahan Solo. Namun, sebelumnya obor Pospenas akan singgah di Ponpes Girikusumo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak dan Ponpes Al Mas'udiyah, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Tujuannya untuk meminta doa dan restu para kiai agar kegiatan multi event para santri yang akan dihelat dapat berlangsung dengan lancar dan aman. “Pospenas merupakan wujud keharmonisan antara umat beragama dengan Pemerintah,” ungkap Taj Yasin usai melepas rombongan kirab obor.  

Menurutnya, Pospenas merupakan ajang turunan metode dakwah para pendahulu dalam melakukan syiar agama Islam di Tanah Air. Seperti Wali Songo dan para kiai yang berdakwah melalui kesenian dan kebudayaan yang ada di daerah.

Adanya multi-event tiga tahunan ini diharapkan juga akan semakin meningkatkan sinergitas antara santri, ulama, dan pemerintah. “Ini yang harus kita uri-uri, harapannya santri dengan pemerintah bisa bersinergi demikian pula ulama dengan umaro juga bisa bersinergi agar negara Indonesia tetap aman dan sejahtera,” tegasnya.

Taj Yasin menambahkan, Jawa Tengah menyambut seluruh peserta yang mengikuti Pospenas IX 2022 di Solo. Pospenas kali ini akan diikuti 2.876 orang santri yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada para santri dari 34 provinsi di Indonesia dan kami juga berharap para santri Jawa Tengah menjadi tuan rumah yang baik dan mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan,” tambah wagub.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Diniyah dan Ponpes Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghofur menambahkan, pondok pesantren mensinergikan empat hal. Pertama olah pikir, dimana santri diajak berfikir dan diajari ilmu logika.

Kedua adalah olah rasa melalui seni, seperti yang dilakukan para wali pada zaman dahulu saat mengajarkan agama yang memadukan dengan seni. Sedangkan ketiga adalah olah jiwa yang diisi dengan pendekatan spiritual dan keempat adalah olahraga, untuk kesehatan jasmani.

Perpaduan ini diharapkan menjadi modal bagi santri agar mempunyai peran dan kontribusi kepada masyarakat, bangsa dan negara. “Sehingga ketika menjadi gubernur, menteri, presiden, jaksa, DPR, TNI, Polri dan sebagainya maka perpaduan empat olah ini yang terlihat dalam sinergi antar elemen,” jelasnya

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement