Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

Amorphophallus Paeoniifolius Mekar di Kebun Raya Bogor

Senin 21 Nov 2022 09:57 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Andi Nur Aminah

Bunga bangkai jenis Amorphophallus paeoniifolius yang sedang mekar (ilustrasi)

Bunga bangkai jenis Amorphophallus paeoniifolius yang sedang mekar (ilustrasi)

Foto: ANTARA/ASEP FATHULRAHMAN
Jenis bunga langka ini sangat indah bentuknya dan tumbuh di waktu-waktu tertentu.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Amorphophallus paeoniifolius atau suweg baru saja mekar disekitar Rumah Kaca Anggrek Kebun Raya Bogor. Suweg menjadi salah satu dari 13 ribu jenis tumbuhan yang hidup di dalam Kebun Raya Bogor.

General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya (MNR), Zaenal Arifin, mengatakan bunga langka ini hanya tumbuh di waktu tertentu. “Jenis bunga langka ini sangat indah bentuknya dan tumbuh di waktu-waktu tertentu sehingga sayang momen ini dilewatkan. Mari datang ke Kebun Raya Bogor dan saksikan langsung keunikan Amorphophallus paeoniifolius,” ujar Zae dalam keterangannya, Ahad (20/11/2022).

Baca Juga

Lebih lanjut, Zae menerangkan, suweg merupakan tumbuhan anggota genus Amorphophallus, masih berkerabat dekat dengan bunga bangkai raksasa dan iles-iles. Suweg sering disamakan dengan iles-iles karena sama-sama menghasilkan umbi yang dapat dimakan dan terdapat kesamaan morfologi daun pada fase vegetatif.

Bunga bangkai sendiri, kata dia, merupakan tumbuhan dataran rendah dari daerah tropis dan lembab yang menyebar ke arah timur dari Afrika Barat hingga pulau-pulau di Samudera Pasifik. Jenis ini tidak ditemukan di Amerika Serikat, meskipun kerabatnya, Dracontium, tumbuh di sana.

Ramuan tumbuh terutama di hutan hujan dataran rendah, hutan musiman termasuk hutan terganggu, hutan sekunder dan lahan pertanian. Jarang ditemukan di tanah kapur. 

Bunga bangkai terkadang ditemukan di ladang yang ditinggalkan. Dari sekitar 25 spesies tumbuhan yang tumbuh di Indonesia, 18 diantaranya endemik. Delapan terdapat di Sumatra, lima di Jawa, tiga di Kalimantan, dan satu endemik di Sulawesi.

“Umbi dan bagian tanaman lainnya mengeluarkan getah yang gatal. Namun, ada beberapa jenis umbi-umbian yang bisa dimakan dengan beberapa pengolahan, atau diolah lebih lanjut menjadi tepung untuk makanan seperti kue kering,” ujarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA