Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Jelang Tampil di Piala Dunia, De Ketealere Puji De Bruyne

Sabtu 19 Nov 2022 16:48 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Muhammad Akbar

 Charles De Ketelaere dari Belgia (kiri) berebut bola melawan Joe Morrell dari Wales selama pertandingan sepak bola Nations League antara Belgia dan Wales di Stadion King Baudouin di Brussels, Jumat (23/9/2022) dini hari WIB.

Charles De Ketelaere dari Belgia (kiri) berebut bola melawan Joe Morrell dari Wales selama pertandingan sepak bola Nations League antara Belgia dan Wales di Stadion King Baudouin di Brussels, Jumat (23/9/2022) dini hari WIB.

Foto: AP/Geert Vanden Wijngaert
De Ketelaere takjub melihat kualitas seniornya.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Charles De Ketelaere antusias menyambut Piala Dunia 2022. Ia bagian dari tim nasional Belgia yang menuju Qatar.

Ia merasa telah mewujudkan mimpi di masa kecil. Tampil di ajang tersebut, bukan hal biasa. Gelandang serang AC Milan ini bersyukur mampu melakukannya di 21 tahun.

"Kami memiliki banyak pemain berbakat dalam skuat, beberapa di antara yang terbaik di dunia, jadi kami pemain muda mencoba belajar dari mereka," kata De Ketelaere kepada Sky, dikutip dari Football Italia, Sabtu (19/11).

Salah satu senjata andalan De Rode Duivels adalah Kevin de Bruyne. Penggawa Manchester City itu telah memiliki 93 caps timnasnya. Kini ia siap memberikan segalanya demi trofi bergengsi untuk negaranya.

De Ketelaere takjub melihat kualitas seniornya. Ia mengaku selalu mengagumi eks Chelsea FC tersebut. Kini mereka berbagi kamar ganti di timnas Belgia.

"Saya selalu mengagumi De Bruyne, baik untuk peran taktisnya, maupun keanggunannya. Seseorang yang bermain sepak bola terlihat begitu mudah," kata De Ketelaere.

Pada Piala Dunia kali ini, Die Roten Teufel tergabung di Grup F. Skuat polesan Roberto Martinez bersaing dengan sejumlah tim hebat. Ada Kanada, Marokko serta Kroasia.

Belgia diprediksi melaju ke putaran selanjutnya. Kroasia bakal jadi lawan terberat anak asuh Martinez. Meski demikian peserta lain patut diperhitungkan.

Seperti biasa, tim asal Afrika seperti Marokko selalu menjadi kuda hitam. Sementara Kanada berisi generasi emas. Itu termasuk Alphonso Davies yang kini memperkuat Bayern Muenchen.

"Saya akan berusaha memberikan kontribusi untuk tim saya," ujar De Ketelaere, menegaskan.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA