Jumat 18 Nov 2022 14:47 WIB

Menko Airlangga Apresiasi Dukungan New Zealand untuk Keketuaan Asean 2023

Model ekonomi BCG sangat relevan dengan adanya berbagai tantangan di depan.

Menko Airlangga saat mendampingi Presiden dalam Pertemuan bilateral dengan New Zealand bersama Menseskab dan Wamendag yang digelar di Bangkok, Thaliand, Jumat, (18/11/2022).
Foto: Istimewa
Menko Airlangga saat mendampingi Presiden dalam Pertemuan bilateral dengan New Zealand bersama Menseskab dan Wamendag yang digelar di Bangkok, Thaliand, Jumat, (18/11/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan apresiasi atas dukungan dari New Zealand untuk Keketuaan ASEAN di Indonesia pada 2023 mendatang. Airlangga mengucapkan terima kasih atas sikap dan dukungan dari New Zealand tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Menko Airlangga saat mendampingi Presiden dalam Pertemuan bilateral dengan New Zealand bersama Menseskab dan Wamendag yang digelar di Bangkok, Thailand, Jumat, (18/11/2022). "Pembahasan dukungan New Zealand kepemimpinan Asean di Indonesia 2023," tutur Menko Airlangga dalam keterangan, Jumat (18/11/2022).

Baca Juga

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga berterima kasih atas apresiasi hasil dari penyelenggaraan KTT G20 di Bali. Hal ini termasuk soal dukungan pengembangan energi terbarukan geothermal yang potensial di Indonesia juga pengembangan green hydrogen.

Atas dasar itu, Menko Airlangga mengajak, agar para Menteri Negara APEC untuk dapat meningkatkan kualitas investasi ekonomi hijau dan mempromosikan peningkatan kapasitas dan transfer teknologi. Menko Airlangga mengatakan APEC perlu membentuk mekanisme pembiayaan untuk mendukung implementasi transisi hijau di ekonomi anggota.

Indonesia sendiri, menurut dia, membutuhkan sekitar 322.8 miliar dolar AS untuk mencapai target National Determined Contribution (NDC) 2030. Sehingga diperlukan mekanisme pembiayaan yang inovatif, termasuk dari sektor privat, komunitas internasional, atau bauran pembiayaan lainnya.

Terkait mempromosikan peningkatan kapasitas dan transfer teknologi, Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menyampaikan ekonomi berkembang menghadapi keterbatasan kapasitas institusional dan kurangnya akses terhadap teknologi hijau. Ia menekankan pentingnya APEC sebagai incubator of ideas untuk menggalang kerja sama konkret dalam mendukung pertukaran pengetahuan dan informasi, serta kolaborasi riset untuk mendukung transisi hijau yang merata di antara ekonomi APEC.

Selain itu, dia juga menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif Bio-Circular Growth (BCG) Economy Model dan mengajak ekonomi APEC untuk berkolaborasi. “Model ekonomi BCG sangat relevan dengan adanya berbagai tantangan di depan. Model ekonomi ini tidak hanya dapat mendukung kebutuhan ekonomi saat ini, tetapi juga mendukung keberlangsungan generasi masa depan kita,” ujar Menko Airlangga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement