Kamis 17 Nov 2022 23:35 WIB

Curah Hujan Tinggi, Tujuh Desa di Aceh Tenggara Terendam Banjir

Hingga kini dilaporkan banjir belum juga surut.

Sejumlah warga mengevakuasi motor saat banjir.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Sejumlah warga mengevakuasi motor saat banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebut tujuh desa di Kabupaten Aceh Tenggara terendam banjir, menyusul curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah setempat. "Hingga saat ini dilaporkan air masih menggenang," kata Kepala Pelaksana BPBA Ilyas melalui keterangan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) di Banda Aceh, Kamis (17/11/2022).

Ia menjelaskan, banjir mulai merendam tujuh desa di dua kecamatan di Aceh Tenggara pada Kamis, Tujuh desa itu terdiri atas lima desa di Kecamatan Bambeldan dua desa di Kecamatan LaweSumur. Lima desa di Kecamatan Bambel meliputi Desa Kute Kuning I, Kute Lawe Hijo, Kute Pinding, Kute Lang Lang, dan Desa Kute Likat, sedangkan dua desa di Kecamatan Lawe Sumur meliputi Desa Kute Lesung dan Desa Kute Buah Pala.

Baca Juga

Menurut dia, banjir dipicu hujan deras yang terus mengguyur wilayah Aceh Tenggara, sehingga menyebabkan debit air Sungai Lawe Kinga di Desa Kute Buah Pala meluap yang mengakibatkan tanggul Sungai Lawe Kingajebol.

"Sehingga air meluap ke beberapa desa dan merendam permukiman penduduk," katanya.

Selain merendam rumah warga dan merusak tanggul, kata dia, banjir juga merendam gedung sekolah dasar (SD) Lawe Hijo dan Masjid Lawe Hijo, bahkan juga merusak lahan perkebunan dan pertanian milik warga. BPBD Aceh Tenggara telah melakukan kajian cepat, pendataan dan telah mengerahkan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi banjir.

"Untuk jumlah korban terdampak dan pengungsi masih dalam pendataan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement