Kamis 17 Nov 2022 17:15 WIB

BI Kerek Suku Bunga, IHSG Ditutup Menguat Terangkat Saham Bank

Sektor keuangan atau saham bank bukukan lonjakan tertinggi hingg 3,32 persen

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada perdagangan Kamis (17/11). Setelah dibuka melemah pada sesi perdagangan, IHSG berhasil berbalik arah dan ditutup menguat 0,44 persen ke level 7.044,98. Sektor keuangan memimpin penguatan dengan membukukan lonjakan tertinggi mencapai 3,32 persen. Kemudian BBNI dan BBCA naik lebih dari persen. BMRI menjadi satu-satunya bank besar yang terkoreksi hingga 1,00 persen.
Foto: ANTARA/Galih Pradipta
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada perdagangan Kamis (17/11). Setelah dibuka melemah pada sesi perdagangan, IHSG berhasil berbalik arah dan ditutup menguat 0,44 persen ke level 7.044,98. Sektor keuangan memimpin penguatan dengan membukukan lonjakan tertinggi mencapai 3,32 persen. Kemudian BBNI dan BBCA naik lebih dari persen. BMRI menjadi satu-satunya bank besar yang terkoreksi hingga 1,00 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada perdagangan Kamis (17/11). Setelah dibuka melemah pada sesi perdagangan, IHSG berhasil berbalik arah dan ditutup menguat 0,44 persen ke level 7.044,98.

Sektor keuangan memimpin penguatan dengan membukukan lonjakan tertinggi mencapai 3,32 persen. Kemudian BBNI dan BBCA naik lebih dari persen. BMRI menjadi satu-satunya bank besar yang terkoreksi hingga 1,00 persen. 

Menguatnya saham-saham perbankan ini seiring dengan keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan kembali suku bunga acuan 50 bps menjadi 5,25 persen. Sektor finansial cukup diuntungkan dengan kebijakan moneter tersebut. 

"Memang keputusan BI itu sebagai langkah front-loaded, pre-emptive dan forward looking untuk menurunkan inflasi yang sudah terlalu tinggi," kata Pilarmas Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Kamis (17/11).  

Kenaikan suku bunga ini diharapkan dapat membuat inflasi inti dapat turun lebih celat ke target BI. Di samping itu, peningkatan suku bunga acuan tersebut untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah. 

Meski demikian, rasio pembayaran utang Indonesia di kuartal III ini mengalami penurunan. Menurut Pilarmas Sekuritas Indonesia, penurunan rasio ini menandakan adanya manajemen utang yang baik.

Sepanjang hari ini Indeks LQ45 bergerak melemah namun mampu ditutup naik 0,40 persen. Saham–saham yang mendominasi penguatan diantaranya BBRI, BBCA, ASII, BBNI, dan BFIN. Sedangkan saham–saham yang mendominasi penurunan diantaranya GOTO, BMRI, ARTO, CPIN, dan TOWR.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement