Kamis 17 Nov 2022 00:03 WIB

Pemerintah Diminta Telusuri Sebab Pengungsi Rohingya Terdampar di Aceh

Dalam dua hari ini, Aceh kembali didatangi pengungsi dari Rohingya secara bertahap.

Pengungsi etnis Rohingya berkumpul di tempat penampungan sementara di Aceh Utara, Indonesia, Selasa, 15 November 2022. Lebih dari 100 Muslim Rohingya yang bepergian dengan perahu ditemukan di sepanjang pantai provinsi Aceh, Indonesia, Selasa.
Foto: AP Photo/Rahmat Mirza
Pengungsi etnis Rohingya berkumpul di tempat penampungan sementara di Aceh Utara, Indonesia, Selasa, 15 November 2022. Lebih dari 100 Muslim Rohingya yang bepergian dengan perahu ditemukan di sepanjang pantai provinsi Aceh, Indonesia, Selasa.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Iskandar Usman Al-Farlaky meminta pemerintah untuk mengecek dan menelusuri penyebab yang melatarbelakangi warga Rohingya terdampar kembali ke Aceh dalam dua hari ini. Sejak Selasa (15/11/2022) kemarin sampai hari ini, Aceh kembali didatangi pengungsi dari Rohingya secara bertahap. 

Sejauh ini, jumlah mereka lebih kurang mencapai 230 orang. "Pemerintah harus melakukan cross check faktor apa yang melatarbelakangi mereka (warga Rohingya) terdampar di Aceh," kata Iskandar Usman Al-Farlaky, di Banda Aceh, Rabu (16/11/2022).

Baca Juga

Iskandar menyampaikan, langkah pertama yang harus dilakukan oleh pemerintah memang menyelamatkan dulu warga Rohingya itu, apalagi di antara mereka ada perempuan dan anak-anak. "Secara kemanusiaan memang harus dilakukan penanganan dan memberikan bantuan sementara, baik itu berupa bahan makanan, kebutuhan bayi dan perempuan," ujarnya.

Setelah itu, kata Iskandar, baru dilakukan penelusuran karena tidak bisa serta merta hanya mendengarkan informasi sepihak dari imigran tersebut saja. Tetapi harus benar-benar dilihat apa yang melatarbelakanginya.

Misalnya, lanjut Iskandar, berkaca dari kasus sebelumnya, ternyata di balik kedatangan mereka terlibat agen-agen yang membawa etnis Rohingya masuk ke Indonesia melalui Aceh sebagai daerah transit. "Kemudian mereka dibawa ke Malaysia atau daerah lain di Indonesia. Karena itu, persoalan pengungsi Rohingya ini perlu penanganan serius dari pemerintah," kata politikus Partai Aceh itu pula.

Selain itu, Iskandar juga menyarankan pemerintahan di Aceh untuk secepat mungkin berkoordinasi dengan otoritas pemerintah pusat melalui departemen terkait dan juga Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI terkait warga Rohingya itu. "Perlu segera berkoordinasi dengan pusat untuk memastikan apakah ada jaringan misalnya yang terlibat, baik itu terlibat dalam perdagangan manusia atau lainnya," demikian Iskandar Usman Al-Farlaky.

Pada Selasa (15/11/2022), sebanyak 111 imigran Rohingya terdampar di pesisir pantai Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Ke-111 imigran Rohingya tersebut terdiri 73 orang di antaranya laki-laki dewasa dan 32 perempuan dewasa, lima anak dan seorang balita. Saat ini, mereka ditampung di meunasah di Desa Meunasah Lhok sembari menunggu langkah selanjutnya.

Kemudian, hari ini sekitar pukul 05.30 WIB, sebanyak 119 imigran Rohingya kembali terdampar di pesisir pantai Desa Bluka Teubai, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Adapun ke-119 imigran Rohingya tersebut terdiri 61 laki-laki dewasa, 36 perempuan dewasa, 12 anak laki-laki, dan 10 anak perempuan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement