Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

Mulai 2024, Apple akan Terima Pasokan Chip dari Pabrik di AS

Rabu 16 Nov 2022 14:53 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Dwi Murdaningsih

Chip M1 Ultra Apple

Chip M1 Ultra Apple

Foto: apple
Apple tidak ingin tergantung pasokan chip dari Asia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Apple bersiap mendapatkan pasokan chip dari pabrik di Amerika Serikat (AS) dalam beberapa tahun ke depan. Keputusan tersebut dilaporkan oleh Mark Gurman dari Bloomberg.

CEO Apple Tim Cook dilaporkan mengungkapkan kabar itu selama pertemuan dengan karyawan teknik dan ritel lokal di Jerman. Dia memberi tahu mereka Apple sudah membuat keputusan untuk mendapat pasokan chip dari pabrik di Arizona.

Baca Juga

Langkah itu dinilai dapat mengurangi ketergantungan Apple pada pabrik-pabrik di Asia, khususnya Taiwan, tempat 60 persen prosesor dunia diproduksi. “Terlepas dari apa yang mungkin Anda rasakan dan pikirkan, 60 persen yang datang dari mana saja mungkin bukanlah posisi yang strategis," kata Cook.

Cook kemungkinan besar berbicara tentang pabrik Arizona Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) yang saat ini sedang dibangun. TSMC adalah mitra pembuat chip eksklusif Apple.

Selain Apple, beberapa pelanggan lain TSMC adalah NVIDIA, MediaTek, AMD, dan ARM. Pabrik Arizona diharapkan mulai berjalan pada tahun 2024 dengan output 20 ribu chip per bulan dan kemampuan untuk memproduksi prosesor 5 nanometer.

Dikutip Engadget, Rabu (16/11/2022), menurut laporan sebelumnya, Apple berencana untuk mengadopsi proses pembuatan chip 3-nanometer baru TSMC yang terbaru dan tercanggih untuk perangkat masa depan. The Financial Times melaporkan prosesor seluler A17 yang sedang dikembangkan Apple untuk jajaran iPhone 2023 akan diproduksi secara massal menggunakan teknologi baru tersebut.

Sejauh ini, masih belum jelas apakah Apple hanya bermaksud menggunakan pabrik Arizona untuk chip yang lebih tua dan kurang canggih atau jika TSMC berencana memperbarui pabrik. TSMC sudah memikirkan untuk membangun pabrik kedua di samping fasilitasnya yang bernilai 12 miliar dolar AS di Arizona. Namun, TSMC mengatakan kepada Bloomberg bahwa mereka belum membuat keputusan akhir.

Seperti yang dilaporkan publikasi sebelumnya, TSMC telah berekspansi ke negara lain selama setahun terakhir dalam upaya memenuhi kebutuhan pelanggan di negara-negara yang mendorong produksi semikonduktor dalam negeri.

Presiden AS Joe Biden belum lama ini menandatangani CHIPS dan Science Act menjadi undang-undang. Di bawah undang-undang baru, pemerintah AS menawarkan 52 miliar dolar AS dalam pendanaan dan insentif bagi perusahaan yang membangun chip di negara tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA