Friday, 5 Rajab 1444 / 27 January 2023

Presiden WHO Ingatkan Dunia Harus Bersiap Hadapi Kemungkinan Pandemi Lainnya

Ahad 13 Nov 2022 14:57 WIB

Rep: Intan Pratiwi / Red: Nashih Nashrullah

Presiden World Health Organizations (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan belajar dari Covid-19, masih banyak kemungkinan pandemi lainnya

Presiden World Health Organizations (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan belajar dari Covid-19, masih banyak kemungkinan pandemi lainnya

Foto: AP/Balazs Mohai/MTI
Belajar dari Covid-19, masih banyak kemungkinan pandemi lainnya

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG – Presiden World Health Organizations (WHO), Tedros Adhanom, meminta seluruh negara negara di dunia ini bersiap untuk menghadapi kemungkinan pandemi lanjutan kedepan.

Belajar dari Covid-19, kedepan masih banyak kemungkinan pandemi lain yang akan datang. 

Baca Juga

"Namun kita tidak tau kapan datangnya, tapi pasti pandemi lain akan datang. Saya berharap semua negara bersiap menghadapi hal ini dan bisa mempersiapkan diri sehingga dampak dari pandemi tidak signifikan kepada kondisi global," ujar Tedros dalam Launching Pandemic Fund di Nusa Dua Bali, Ahad (13/11/2022).

Tedros menjelaskan saat ini adanya isu perubahan iklim, penggundulan hutan dan juga kondisi pemanasan global yang membuat air makin tercermar menjadi pemicu adanya pandemi baru kedepan. Situasi ini perlu langkah bersama untuk bisa diselesaikan.

"Berkaca dari Covid-19 kemarin banyak berpengaruh pada ekonomi global dan pada ketahanan kesehatan masyarakat. Apalagi saat ini banyak faktor pemicu munculnya pandemi baru, maka perlu langkah bersama untuk memitigasi dampak nya kedepan," ujar Tedros.

Tedros mengapresiasi langkah Indonesia sebagai tuan rumah presidensi G20 dalam mensukseskan Pandemic Fund ini. Menurut dia, sudah saatnya sektor kesehatan dan sektor perekonomian berkolaborasi sehingga mampu meningkatkan ketahanan dunia.

Baca juga: Dulu Anggap Islam Agama Alien, Ini yang Yakinkan Mualaf Chris Skellorn Malah Bersyahadat 

Menteri Kesehatan, Sri Mulyani, menjelaskan 20 negara dan 3 lemabag filantropi sepakat untuk menyetorkan dana ke dalam skema Pandemic Fund untuk mengantisipasi potensi pandemi lanjutan.

Kesepakatan ini diperoleh dalam gelaran Joint Finance and Health Ministers Meeting (JFHMM) di Nusa Dua, Bali, Ahad (13/11/2022) dini hari. 

"Para negara anggota G20 sepakat untuk pembentukan pandemic fund sebagai salah satu upaya bersama dalam menghadapi jika suatu saat terjadi pandemi lagi. Belajar dari kejadian Covid-19 yang mempengaruhi ekonomi global secara signifikan, maka negara negara bersepakat dalam pandemic fund ini sebagai langkah mitigasi dan preventif dalam menghadapi ancaman pandemi kedepan," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers, Ahad (13/11/2022) dini hari.

Sebanyak 20 negara sudah menyetorkan dana kedalam pandemi fund dan juga tiga lembaga filantropi dunia dengan total pencapai sebesar 1,4 miliar dolar AS.

Negara donor tersebut adalah Australia, Canada, Komisi Eropa, Perancis, Jerman, China, India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Selandia Baru, Norwegia, Afrika Selatan, Singapura, Inggris, Spanyol, Amerika Serikat dan UEA. Selanjutnya tiga filantropi, yaitu The BIll & Melinda Gates Foundation, The Rockefeller Foundation, dan Wellcome Trust. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA