Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

Tips Mempersiapkan Diri Mengikuti Lari Maraton Bagi Pemula

Sabtu 12 Nov 2022 05:50 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Peserta berlari pada ajang marathon (ilustrasi). Ajang lari maraton banyak diselenggarakan dan menjaring minat tinggi dari masyarakat. Ini memang termasuk dalam penerapan gaya hidup sehat, namun untuk melakoninya membutuhkan persiapan khusus dan tidak sembarangan.

Peserta berlari pada ajang marathon (ilustrasi). Ajang lari maraton banyak diselenggarakan dan menjaring minat tinggi dari masyarakat. Ini memang termasuk dalam penerapan gaya hidup sehat, namun untuk melakoninya membutuhkan persiapan khusus dan tidak sembarangan.

Foto: ANTARA/Zabur Karuru
Rute yang pendek bisa menjadi langkag pertama pemula ikuti lari Maraton

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ajang lari maraton banyak diselenggarakan dan menjaring minat tinggi dari masyarakat. Ini memang termasuk dalam penerapan gaya hidup sehat, namun untuk melakoninya membutuhkan persiapan khusus dan tidak sembarangan.

Dengan mengikuti ajang lari maraton, seseorang bisa menguji sejauh mana kemampuan sekaligus menaklukkan batasan diri. Lari maraton bukanlah sekadar lari ringan mengingat jarak tempuhnya yang melampaui 10 kilometer dan bisa mencapai 42 kilometer. 

Oleh karena itu, diperlukan persiapan khusus sebelum mengikutinya. Apalagi, jika maraton yang diikuti merupakan ajang perdana. Berikut langkah-langkah yang perlu dipersiapkan sebelum mengikuti lari maraton bagi pemula, dikutip dari rilisan pers Ayobantu.

- Memilih ajang maraton pertama

Pilih rute maraton yang terbilang gampang dan lokasi penyelenggaraan ajang maraton yang tidak terlalu jauh dari kediaman. Hal tersebut disarankan agar bisa membiasakan diri terlebih dahulu dengan suasana maupun situasi trek maraton.

- Pilih jarak pendek

Ajang lari maraton biasanya terbagi ke dalam beberapa kelas berdasarkan jarak tempuh. Jika ini merupakan debut lari maraton, pilihlah jarak lari yang tidak terlalu jauh dan panjang. Cermati sejauh mana batas maksimal diri guna menghindari risiko cedera.

Untuk dapat mengetahuinya, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Setelah itu, berlatihlah dengan berlari sejauh dua sampai lima kilometer setiap hari secara rutin. Dengan begitu, fisik dan mental akan siap sebelum menghadapi maraton pertama.

- Membuat jadwal latihan

Latihan merupakan porsi wajib yang harus dijalani sebelum mengikuti lari maraton. Setidaknya, ada empat hal yang bisa diterapkan dalam jadwal latihan. Pertama, menentukan jarak tempuh dasar dan berlari sebanyak tiga sampai lima hari dalam sepekan. Kedua, lakukan lari jarak jauh setiap tujuh sampai 10 hari agar tubuh dapat menyesuaikan diri secara bertahap untuk jarak jauh. Ketiga, latihan interval dan tempo berjalan untuk meningkatkan kapasitas kecepatan. Keempat, pastikan istirahat yang cukup untuk mencegah terjadinya cedera dan kelelahan secara fisik maupun mental.

- Jaga tubuh terhidrasi

Berlari dalam ajang maraton pasti mengeluarkan banyak keringat sehingga tubuh kekurangan cairan. Sebelum mengikutinya, pastikan tubuh terhidrasi dengan cukup minum air. Biasakan minum segelas air setiap malam, sebelum tidur, menjelang ajang maraton dan satu gelas lagi di pagi harinya. Saat ajang maraton berlangsung, jangan lupa siapkan air minum untuk mengisi cairan tubuh yang hilang.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA