Rabu 09 Nov 2022 23:07 WIB

BI Kediri Anjurkan Penggunaan QRIS pada Pedagang

Penggunaan QRIS ini perlu dilakukan agar mereka lebih efisien dalam bertransaksi.

Ilustrasi penggunaan Qris.
Foto: Www.freepik.com
Ilustrasi penggunaan Qris.

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Jawa Timur, menganjurkan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kepada pedagang di Pasar Pamenang, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Penggunaan QRIS ini perlu dilakukan agar mereka lebih efisien dalam bertransaksi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri Moch Choirur Rofiq mengemukakan BI mengembangkan dalam proses pembayaran ini dengan tujuan agar transaksi ekonomi lebih efisien, salah satunya dengan penggunaan QRIS.

Baca Juga

"Tentunya ini dapat membantu pertumbuhan ekonomi dan ini salah satu program kami gerakan pembayaran nontunai. Salah satunya menggunakan instrumen QRIS ini," kata Choirur dalam acara gerakan nasional pengendalian inflasi pangan dan Pasar Pamenang Pare Sehat, Inovatif, Aman Pakai (SIAP) QRIS di Pasar Pamenang, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Rabu (9/11/2022).

Ia menjelaskan, pasar siap QRIS adalah program dari Kementerian Perdagangan. Di seluruh Indonesia, terdapat 250 pasar yang ditargetkan menggunakan instrumen QRIS. Untuk di wilayah BI Kediri ada empat pasar, yakni di Nganjuk, Kota Madiun, Kabupaten Ngawi serta di Pare, Kabupaten Kediri.

Ia menjelaskan, pemanfaatan QRIS juga lebih memudahkan saat transaksi. Konsumen saat membeli barang atau jasa tidak perlu menggunakan uang tunai dalam pembayaran.

"Kemudian dari sisi pedagang dengan menerima pembayaran QRIS tidak perlu menyiapkan uang kembalian atau tidak khawatir menerima uang palsu dari pembayaran tersebut. Dengan bayar melalui QRIS, uang yang dibayarkan oleh masyarakat itu langsung masuk ke rekening pedagang. Ini lebih menunjang efisiensi," kata dia.

Pihaknya intensif mengampanyekan gerakan untuk melakukan pembayaran nontunai tersebut, serta diharapkan para pedagang juga ikut mengampanyekan penggunaan transaksi melalui QRIS tersebut. "Semakin banyak masyarakat menggunakan QRIS, ini mendukung percepatan penggunaan transaksi nontunai," kata dia.

Untuk di Kabupaten Kediri, Choirur Rofiq mengatakan hingga Oktober 2022 ini hampir 99 ribu transaksi dengan 96 ribu merchant yang sebagian besar adalah UMKM. Jumlah transaksi juga diharapkan terus ada kenaikan.

Selain di Pasar Pamenang, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, pemanfaatan QRIS juga sudah dilakukan oleh sejumlah pedagang di pasar tradisional wilayah Kota Kediri.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kediri Dede Sujana mengatakan sejumlah pedagang di pasar tradisional wilayah Kabupaten Kediri sudah mulai memanfaatkan sistem transaksi dengan QRIS ini. "Ada juga di pasar induk dan beberapa pasar lain sudah menggunakan," kata Dede.

Gunawan, salah seorang pedagang di Pasar Pamenang, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri mengatakan penggunaan QRIS tentunya bisa lebih memudahkan transaksi penjualan. "Jika pembeli dan penjual sama-sama punya (QRIS) enak. Saya sudah buat tapi belum menggunakan. Masih banyak yang tunai saat membayar," kata Gunawan.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement