Wednesday, 17 Rajab 1444 / 08 February 2023

Pemkot Bogor Pelajari Pengolahan Sampah Rumah Tangga

Rabu 09 Nov 2022 20:14 WIB

Rep: shabrina zakaria/ Red: Hiru Muhammad

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, mengunjungi PT Fajar Sarana Niaga di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor untuk mempelajari pengolahan sampah rumah tangga. Dok. Pemkot Bogor

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, mengunjungi PT Fajar Sarana Niaga di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor untuk mempelajari pengolahan sampah rumah tangga. Dok. Pemkot Bogor

Foto: dok pemkot bogor
Kota Bogor saat ini masih mendistribusikan sampah ke TPAS Galuga

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR— Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus melakukan pembenahan terhadap pengelolaan sampah, bagaimana untuk terus melakukan inovasi dan pembelajaran tentang pengelolaan sampah yang baik dan efektif. Salah satunya dengan mendatangi PT Fajar Sarana Niaga di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. 

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyebutkan pabrik pengolahan sampah rumah tangga itu menjadi salah satu referensi Kota Bogor. Di sana, ia melihat bagaimana jenis sampah dari bekas mie instan itu diolah menjadi berbagai hal. Seperti blok bahan atau briket, hingga pupuk kompos dan juga pakan ternak.

Baca Juga

"Kota Bogor belajar secara terus - menerus dan kemanapun, bagaimana cara mengolah dan memanfaatkan sampah. Karena sampah di Kota Bogor sampai dengan saat ini ada kecenderungan meningkat," kata Dedie dalam keterangannya, Rabu (9/11/2022).

Dedie juga mengatakan, peningkatan volume sampah itu bukannya tak diimbangi dengan upaya. Namun Kota Bogor juga terus menggalakkan bank sampah, TPS 3R, hingga pengolahan sampah yang lainnya. "Bayangkan dalam sehari Kota Bogor menghasilkan 800 ton sampah. Di tempat pengolahan ini mungkin hanya lima persennya, namun bisa menghasilkan nilai tambah," kata Dedi.

Kata dia, Kota Bogor saat ini masih mendistribusikan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga. Beban transportasi menuju kesana juga masih menjadi hal yang perlu diperhatikan. Sehingga ke depan, TPAS Galuga tak lagi jadi tujuan utama.

"Namun bisa di pasar-pasar, makanya kita ajak juga Perumda Pasar Pakuan Jaya. Jadi kalau pasar-pasar di Kota Bogor bisa dimanfaatkan juga sampahnya menjadi sebuah produk, baik pupuk cair maupun pupuk organik, artinya bisa juga meningkatkan nilai tambah," sebutnya.

Terkait dengan kerja sama antara Pemkot Bogor dan  PT Fajar Sarana Niaga, menurutnya hal itu tergantung dari kesepakatan bersama ke depan. Untuk itu, hasil pembelajaran ini tak menutup kemungkinan bisa dikolaborasi dan disinergikan untuk menjadikan pengelolaan sampah di Kota Bogor menjadi lebih baik lagi.

 

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA