Selasa 08 Nov 2022 14:10 WIB

Kesbangpol Jaksel Sosialisasi Bahaya Tawuran dan Narkoba di 10 Kecamatan

Sosialisasi bahaya tawuran dan narkoba dilakukan dengan dialog interatif kepada siswa

Red: Nur Aini
Tawuran pelajar (ilustrasi) Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jakarta Selatan (Suban Kesbangpol Jaksel) menggencarkan sosialisasi bahaya tawuran dan narkoba ke sekolah dengan melakukan dialog interaktif kepada para siswa.
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Tawuran pelajar (ilustrasi) Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jakarta Selatan (Suban Kesbangpol Jaksel) menggencarkan sosialisasi bahaya tawuran dan narkoba ke sekolah dengan melakukan dialog interaktif kepada para siswa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jakarta Selatan (Suban Kesbangpol Jaksel) menggencarkan sosialisasi bahaya tawuran dan narkoba ke sekolah dengan melakukan dialog interaktif kepada para siswa.

"Kami bekerja sama dengan Suku Dinas Pendidikan untuk melakukan sosialisasi bahaya tawuran dan narkoba di 10 kecamatan Jakarta Selatan," kata Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jakarta Selatan Dirhamul Nugraha saat ditemui di Jakarta, Selasa (8/11/2022).

Baca Juga

Dirham menyebutkan sejumlah materi pencegahan tawuran yang disampaikan yakni faktor penyebab, solusi pencegahan, partisipasi masyarakat, hingga membangun karakter seseorang di lingkungannya. Menurut dia, penting untuk memahami sejumlah materi tersebut sehingga kasus tawuran yang terjadi di Jakarta Selatan bisa ditekan.

Tak hanya soal tawuran, pihaknya juga memberikan materi mengenai narkoba kepada siswa dengan menyampaikan dampak buruknya bagi tubuh hingga lingkungan di sekitar. Selain itu, Dirham menyebutkan kebanyakan anak akan mudah terpengaruh mencoba melakukan tawuran dan narkoba melalui pergaulannya. Bahkan, untuk menarik agar mau mencoba narkoba pada awalnya diberikan secara gratis.

Lebih lanjut, menurut dia, perlu penguatan pengawasan setiap elemen masyarakat dengan memahami ciri pengguna narkoba yakni 6B (bingung, bohong, bengong, bolos, bebal, dan barang-barang hilang). "Kita perlu bekerjasama dengan komponen seperti FKDM (forum kewaspadaan dini masyarakat), FKUB (forum kerukunan umat beragama), Dasawisma, serta peran keluarga untuk mengetahui ciri pengguna," katanya.

Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jakarta Selatan telah melakukan sosialisasi sebanyak 215 siswa di wilayahnya hingga November 2022.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement