Senin 07 Nov 2022 16:41 WIB

Roadshow Pemulihan Ekonomi Purbalingga Hadirkan Pasar Murah

Pasar murah di Kutasari menyediakan sebanyak 537 paket sembako murah.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi dalam acara Roadshow Pemulihan Ekonomi di lapangan Desa Cendana, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Senin (7/11/22).
Foto: Dok. Pemkab Purbalingga
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi dalam acara Roadshow Pemulihan Ekonomi di lapangan Desa Cendana, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Senin (7/11/22).

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Untuk mengendalikan inflasi, Pemkab Purbalingga, Jawa Tengah, menggelar pasar murah dalam tiap event Roadshow Pemulihan Ekonomi di tiap kecamatan. Sebanyak lebih dari 500 paket sembako murah dijual dalam pasar ini.

Kegiatan digelar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Purbalingga. "Akhir-akhir ini dengan kenaikan harga BBM, harga-harga komoditas lain cenderung naik, oleh karenanya pemerintah daerah diminta Bapak Presiden untuk melakukan intervensi penanganan inflasi, salah satu yang kita lakukan adalah pasar murah," ungkap Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, pada acara Roadshow Pemulihan Ekonomi di lapangan Desa Cendana, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Senin (7/11/2022).

Khusus pasar murah yang diselenggarakan dalam Roadshow Pemulihan Ekonomi di Kutasari ini menyediakan sebanyak 537 paket sembako murah. Paket tersebut senilai Rp 75 ribu dan dijual ke masyarakat seharga Rp 25 ribu. "Insya Allah roadshow ini akan kita selenggarakan satu bulan sekali di setiap kecamatan," kata bupati.

Tidak hanya pasar murah, pemkab juga mengambil berbagai langkah untuk mengendalikan inflasi. Di antaranya bantuan sosial yang dianggarkan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) berupa sembako kepada masyarakat yang terdampak, salah satunya jasa ojek.

"Termasuk juga ada bantuan-bantuan lain, seperti dana stimulan dari Rp 10 juta - Rp 30 juta kepada kelompok UMKM/Tani. Termasuk kita juga akan meluncurkan gerakan Macan Manis (mama cantik menanam cengis)," katanya.

Ia melanjutkan gerakan Macan Manis di Purbalingga perlu dilakukan, sebab kenaikan harga cabai kerap kali berdampak pada inflasi.

Macan Manis nantinya akan disinergikan dengan program pemerintah desa mengingat 20 persen Dana Desa (DD) diperuntukkan dalam program ketahanan pangan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement