Kamis 03 Nov 2022 17:47 WIB

Korban Tewas Tragedi Itaewon Dimakamkan

Beberapa keluarga tak mengetahui bahwa anak-anak mereka berada di Itaewon pada Sabtu.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha
Petugas penyelamat, petugas pemadam kebakaran dan polisi terlihat di jalan dekat tempat kejadian di Seoul, Korea Selatan, 30 Oktober 2022. Pesta Halloween di Seoul telah menyebabkan curahan simpati publik terhadap 150 orang yang tewas, tetapi ada juga yang kuat tingkat rasa malu dan kemarahan warga terhadap negara yang mereka sebut masih mengabaikan masalah keamanan dan regulasi.
Foto: AP Photo/Lee Jin-man
Petugas penyelamat, petugas pemadam kebakaran dan polisi terlihat di jalan dekat tempat kejadian di Seoul, Korea Selatan, 30 Oktober 2022. Pesta Halloween di Seoul telah menyebabkan curahan simpati publik terhadap 150 orang yang tewas, tetapi ada juga yang kuat tingkat rasa malu dan kemarahan warga terhadap negara yang mereka sebut masih mengabaikan masalah keamanan dan regulasi.

REPUBLIKA.CO.ID, "Ayah, aku akan keluar" 

Itu adalah kata-kata terakhir yang didengar oleh Jung Hae-moon dari putrinya pada Sabtu (29/10/2022) ketika perayaan Helloween di Itaewon, Korea Selatan berakhir tragis. Beberapa jam kemudian, putri Jung Hae-moon yang bernama Jung Joo-hee (30 tahun) termasuk di antara 156 korban tewas dalam tragedi Halloween di Itaewon.

Baca Juga

Pada Kamis (3/11/2022), keluarga Jung menguburkan abu Jung Joo-hee di sebuah lahan pemakaman keluarga di luar Seoul. Sebuah pohon muda dan karangan bunga berada di dekat batu nisan Jung Joo-hee.

"Istirahatlah. Ibu dan ayah akan datang menemuimu," kata Jung Hae-moon saat keluarga itu berdiri, di depan nisan putri mereka bersama dengan anjing pudel peliharaan putrinya.

Ketika berita tentang bencana itu terungkap pada Sabtu, Jung Hae-moon bergegas menuju ke Itaewon. Di distrik itu, dia melihat ada kekacauan ketika anak-anak muda yang putus asa berseliweran dengan kostum Halloween  dan barisan ambulans mengevakuasi korban. Lebih dari 12 jam kemudian, dia menemukan Joo-hee di kamar mayat sudah tak bernyawa. Jasad Joo-hee bengkak dan memar.

photo
Orang-orang menempatkan bunga untuk memberi penghormatan kepada korban gelombang kerumunan mematikan yang menewaskan lebih dari 150 orang di lingkungan Itaewon selama perayaan Halloween Sabtu malam, di area peletakan bunga darurat yang didirikan di dekat lokasi kecelakaan di Seoul, Korea Selatan, Kamis, 3 November 2022. - (AP Photo/Ahn Young-joon)

Ia mengatakan putrinya menyenangkan, sahabat yang mencintai binatang dan anggur. "Ruang yang dia tinggalkan terlalu besar. Tempat yang dia tinggalkan dalam keluarga terlalu banyak, sehingga ada kekosongan," kata Ibu Joo-hee, Lee Hyo-sook kepada Reuters setelah pemakaman. 

Lee berbicara di sebuah kafe yang dikelola Joo-hee. Kafe itu ditutup dengan tanda hitam bertuliskan: "Sedang Berkabung."  

Kesedihan keluarga Joo-hee dirasakan oleh semua 156 keluarga yang berduka saat orang yang mereka cintai ditempatkan di peti mati untuk dilihat  terakhir kalinya sebelum dikubur atau dikremasi. Dari 156 orang yang tewas, 101 adalah perempuan.

Seorang ayah lainnya yang berduka adalah Song Jae-woong. Song mengatakan putrinya, Young-ju (24 tahun) memiliki jiwa yang lembut dan sangat supel. Lebih dari 200 teman sekolah Young-ju datang ke pemakamannya.

"Young-ju bermimpi menjadi seorang aktris. Lalu, semuanya menjadi seperti ini. Teman-temannya memberi tahu saya bahwa putri saya berteman dengan siapa pun. Dia memiliki jiwa yang baik. Semuanya sudah berakhir sekarang," kata Song.

Beberapa keluarga tidak mengetahui bahwa anak-anak mereka berada di Itaewon pada Sabtu malam untuk menghadiri perayaan Halloween. Salah satunya adalah ayah dari seorang korban yang diidentifikasi sebagai Lim.

"Saya tidak tahu dia ada di sana. Tidak mungkin ini terjadi, saya tidak percaya," kata ayah Lim di rumah duka saat dia dan keluarganya menghadiri upacara pemakaman.

 

sumber : Reuters/AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement