Rabu 02 Nov 2022 22:30 WIB

Saat Kehancuran Mendera Basra

Ada masa kemunduran yang biasa melanda sebuah kota atau bangsa.

Ilustrasi Basrah, Kota yang Dibangun Peradaban Islam
Foto: wikipedia
Ilustrasi Basrah, Kota yang Dibangun Peradaban Islam

IHRAM.CO.ID, Ada masa kemunduran yang biasa melanda sebuah kota atau bangsa. Basra pun mengalami siklus alamiah itu. Kemunduran ini disebabkan oleh dua kali serangan yang harus ditanggung Basra. Peristiwa pertama adalah serangan pada 953 Masehi yang dilakukan oleh orang-orang Karmathian.

Namun, setelah serangan itu, Basra secara tertatih berupaya kembali mengembalikan kejayaannya. Menurut G Le Strange dalam tulisannya, The Lands of the Eastern Caliphate, mengisahkan, pada 1052 Masehi, seorang pelancong bernama Nasir Khursaw yang pernah singgah di sana mengatakan Basra adalah kota yang padat penduduknya.

Baca Juga

Khursaw mengatakan pula, setelah terjadinya serangan yang dilakukan oleh orang-orang Karmathian, terlihat tembok-tembok kota diperbaiki. Meskipun, ia melihat masih banyak bagian-bagian dari kota tersebut yang mengalami kehancuran. Bahkan, ada tempat yang lantak dan tak mungkin bisa dibangun kembali.

Tak lama berbenah akibat serangan yang pernah dialaminya, Basra kemudian dihantam pasukan Mongol. Serangan kedua pasukan tersebut membuat Basra hancur. Sebenarnya, Mongol telah melakukan serangan pada 1219 hingga tahun 1222. Namun, serangan itu masih bisa dihadang dan Basra masih mampu bertahan.

Basra akhirnya tak bisa menahan gempuran. Sebab, serangan selanjutnya berasal dari dua kekuatan yang digabung menjadi satu, yaitu pasukan Mongol dan Kristen. Invasi yang mereka lakukan ke wilayah-wilayah Islam, tak hanya menghancurkan Basra, tetapi juga sejumlah kota lainya.

Bangunan-bangunan yang merupakan hasil peradaban Basra hancur. Bahkan, sumber pengetahuan berupa buku juga ikut dihancurkan. Mongol membakar buku-buku yang tersimpan di banyak perpustakaan. Hal yang sama dilakukan pasukan mereka saat menggempur Baghdad.

Ketika seorang ilmuwan sekaligus ahli geografi dari Maroko, Ibnu Battuta, mengunjungi Kota Basra pada pertengahan abad ke-14, ia menceritakan bahwa sebagian besar bagian dari kota itu dipenuhi reruntuhan bangunan. Ia merasakan kepedihan saat kota yang pernah dikenal dengan peradaban dan kaum intelektualnya itu luluh lantak.

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement