Selasa 01 Nov 2022 05:30 WIB

2.240 Rumah Tangga di Banten Terima Bantuan Pasang Baru Listrik

Kemen ESDM targetkan 80 ribu rumah tangga terima pasang baru listrik di akhir 2022

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Petugas memasang jaringan kabel listrik. Sebanyak 2.240 rumah tangga tidak mampu di Provinsi Banten menerima Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM. Bantuan tersebut menjadi salah satu kado peringatan Hari Listrik Nasional yang jatuh pada hari Kamis (27/10) kemarin bagi warga Banten yang sebelumnya belum tersambung jaringan listrik.
Foto: ANTARA/JOJON
Petugas memasang jaringan kabel listrik. Sebanyak 2.240 rumah tangga tidak mampu di Provinsi Banten menerima Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM. Bantuan tersebut menjadi salah satu kado peringatan Hari Listrik Nasional yang jatuh pada hari Kamis (27/10) kemarin bagi warga Banten yang sebelumnya belum tersambung jaringan listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 2.240 rumah tangga tidak mampu di Provinsi Banten menerima Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM. Bantuan tersebut menjadi salah satu kado peringatan Hari Listrik Nasional yang jatuh pada hari Kamis (27/10) kemarin bagi warga Banten yang sebelumnya belum tersambung jaringan listrik.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Ida Nuryatin Finahari menyampaikan, pemerintah melalui Kementerian ESDM menargetkan 80.000 rumah tangga akan menerima manfaat program ini hingga akhir tahun 2022.

"Kementerian ESDM telah merencanakan sebanyak 2.240 rumah tangga calon penerima BPBL untuk Provinsi Banten, dimana untuk Kota Tangerang akan mendapatkan 398 sambungan rumah tangga yang tersebar di 6 kecamatan," ujar Ida.

Lebih lanjut Ida menjelaskan bahwa selain meningkatkan rasio elektrifikasi, program BPBL juga diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan kemandirian masyarakat. Dengan memiliki akses listrik sendiri, masyarakat penerima manfaat BPBL diharapkan tidak lagi tergantung penyediaan listrik dari tetangga.

"Mungkin penerima manfaat di Tangerang ini sebelumnya menyalur listrik dari tetangga, dengan memiliki akses listrik sendiri, diharapkan tidak lagi tergantung penyediaan listrik dari tetangga," ungkap Ida.

Acara Peresmian dan Penyalaan Pertama Program BPBL T.A 2022 yang dilaksanakan di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang ini dihadiri oleh Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Zulfikar Hamonangan, Asisten Daerah III Kota Tangerang Engkos Zarkasyi, dan Staff Ahli Direksi PT PLN (Persero) Agus Sutiawan.

Zulfikar Hamonangan mengatakan, dalam masa jabatannya menjadi wakil rakyat di DPR, ia fokus pada pembangunan ketenagalistrikan di daerah Banten III.

"Masa saya menjabat menjadi anggota DPR menjadi fokus membangun ketenagalistrikan. Dengan program ini, merasa terbantu khususnya masyarakat yang pedagang kecil dan kaki lima, terbantu dengan pemasangan baru listrik di setiap rumah-rumah," ungkap Zulfikar.

Lebih lanjut Zulfikar menjelaskan bahwa DPR bersama pemerintah menyusun regulasi yang pro terhadap rakyat dengan mempertimbangkan segala resiko.

"Kita buat program yang pro terhadap masyarakat, kalau yang menyulitkan kita tolak," tegas Zulfikar.

Mewakili Walikota Tangerang, Engkos Zarkasyi mengapresiasi Kementerian ESDM dan DPR atas sambungan listrik yang diberikan kepada masyarakat Tangerang.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM dan DPR atas perhatian dan dukungannya atas pemenuhan listrik di Tangerang sehingga Tangerang menjadi terang. Dirasa sangat besar manfaatnya untuk kami, khususnya warga Tangerang," ujar Engkos.

Pada saat acara Seremoni Penyalaan Pertama rumah tangga penerima manfaat BPBL, masyarakat juga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah. Muhammad Teddy Syah (22 tahun) yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta menyatakan bahwa ia berterima kasih sudah punya listrik sendiri. "Iya, terima kasih Bapak, Ibu pemerintah, saya sudah ada listrik," ungkap Teddy.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement