Senin 31 Oct 2022 08:40 WIB

Kuasa Hukum Sebut Lukas Enembe Tunggu Kedatangan KPK di Papua

Lukas Enembe dan keluarga dipastikan akan bersikap kooperatif.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Indira Rezkisari
Gubernur Papua Lukas Enembe.
Foto: Dok Pemprov Papua
Gubernur Papua Lukas Enembe.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) belum menetapkan waktu yang pasti terkait kunjungan ke Papua untuk memeriksa kesehatan Gubernur Papua, Lukas Enembe. Namun, pihak Lukas mengaku tetap menanti kehadiran lembaga antirasuah tersebut.

"Kami masih menunggu kedatangan mereka (KPK)," kata kuasa hukum Lukas, Aloysius Renwarin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (31/10/2022).

Baca Juga

Rencana kedatangan KPK ke kediaman Lukas juga sekaligus untuk memeriksanya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap dan gratifikasi di Papua. Menurut Aloysius, keluarga Lukas pun tak mempersoalkan hal ini. "Keluarga kooperatif," ujar dia.

Sementara itu, disebutkan, Lukas sempat menjalani pemeriksaan kesehatan dari tim dokter rumah sakit asal Singapura pada Ahad (30/10/2022). Dalam pemeriksaan ini, tim medis dari Rumah Sakit Dok Dua Jayapura juga ikut hadir.

Dokter Pribadi Lukas, Anton Mote menjelaskan, kedatangan tim dokter dari Singapura itu untuk melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Lukas. Sebab, ia menyebut, Lukas harus menjalani beberapa tahapan medis untuk menjaga kesehatannya.

"Nanti akan ada pemeriksaan lanjutan karena pak gubernur masih dalam perawatan. Jadi bukan check up, mustinya, perawatan ini rutin dilakukan tiap hari, diobservasi oleh masing masing bidang, jantung, syaraf, ginjal tiap hari. Kalau pemeriksaan, dengan dokternya yang datang seperti ini, sangat tidak efektif, harusnya langsung (dilakukan) di fasilitas kesehatan," jelas Anton.

Dari hasil pemeriksaan dokter Singapura, sambung dia, untuk pengobatan penyakit stroke yang sudah empat kali dialami Lukas Enembe, perlu dilakukan fisioterapi. Selain itu, diperlukan juga rujukan MRI.

"Sedangkan untuk penyakit ginjalnya (Lukas), perlu dilakukan crosscheck darah kembali. Untuk penyakit jantungnya, perlu diobservasi obat kembali," ungkap Anton.

Sebelumnya diberitakan, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, KPK sudah melakukan persiapan untuk memeriksa Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura, Papua. Kendati demikian, dia belum memastikan kapan timnya akan terbang ke Jayapura untuk melakukan pemeriksaan.

“Kita sudah melakukan persiapan… Waktunya saya belum memastikan kapan. Tapi kita pasti akan ke sana,” ujar Firli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/10/2022).

Firli mengatakan, tim penyidik sudah berkoordinasi dengan tim Ikatan Dokter Indonesia terkait kunjungan KPK ke Jayapura. Terkait rencana KPK itu, Firli pun menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada masyarakat Papua yang mendukung upaya KPK dalam menegakkan hukum.

“Kita terima kasih kepada rakyat Papua yang menyatakan selamat datang kepada KPK dan dokter yang bekerja dalam rangka penegakan hukum sekaligus juga memberikan HAM, terutama pemulihan kesehatan kepada saudara LE,” ujar Firli.

Firli mengatakan, rencana KPK untuk memeriksa Lukas Enembe di Jayapura itu dilakukan untuk menegakkan hukum terkait kasus yang menjerat Lukas Enembe. Ia menegaskan, KPK menjunjung tinggi asas-asas tugas pokok KPK, di antaranya menjunjung HAM.

“Berdasarkan keterangan dokter yang kita dapat, yang bersangkutan dalam keadaan sakit, maka kita harus prioritas pertama memulihkan kesehatan yang bersangkutan. Insya Allah bisa lancar,” kata dia.

Saat ditanya apakah Lukas Enembe akan langsung ditahan setelah diperiksa, Firli menyebut akan mengecek dahulu kondisi kesehatannya. “Nanti kita bicara, orangnya masih sakit. Kita cek dulu ya,” ucap Firli.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement