Jumat 28 Oct 2022 20:01 WIB

Tentara Israel Tembak Mati Dua Warga Palestina di Nablus

Warga yang ditembak yakni Imad Abu Rashid (47 tahun) dan Sami Zabara (35 tahun).

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Tentara Israel membidik selama bentrokan menyusul protes di pusat kota kota Hebron, Tepi Barat, 09 Agustus 2022. Tiga warga Palestina tewas, pada 09 Agustus, ketika tentara Israel meledakkan sebuah rumah mereka di dalam di kota tua Kota Nablus di Tepi Barat, menurut sumber medis. Kementerian Kesehatan mengkonfirmasi kematian tiga warga Palestina yang dibawa ke rumah sakit dalam kondisi sangat kritis.
Foto: EPA-EFE/ABED AL HASHLAMOUN
Tentara Israel membidik selama bentrokan menyusul protes di pusat kota kota Hebron, Tepi Barat, 09 Agustus 2022. Tiga warga Palestina tewas, pada 09 Agustus, ketika tentara Israel meledakkan sebuah rumah mereka di dalam di kota tua Kota Nablus di Tepi Barat, menurut sumber medis. Kementerian Kesehatan mengkonfirmasi kematian tiga warga Palestina yang dibawa ke rumah sakit dalam kondisi sangat kritis.

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Pasukan Israel menembak mati dua warga Palestina di Nablus, Tepi Barat, Jumat (28/10). Kedua warga Palestina itu ditembak setelah disebut menyerang aparat keamanan Israel.

Dalam keterangannya, Kementerian Kesehatan Palestina mengungkapkan, dua warganya yang tewas ditembak pasukan Israel adalah Imad Abu Rashid (47 tahun) dan Sami Zabara (35 tahun). Rashid tewas setelah perut, dada, dan kepalanya tertembak. Sementara Zabara meninggal karena luka kritis akibat peluru yang menghunjam jantungnya.

Baca Juga

Terkait tewasnya dua warga Palestina tersebut, pasukan Israel mengatakan bahwa mereka telah menerima informasi mengenai serangan penembakan dari kendaraan yang bergerak pada sasaran militer di dekat Nablus.

"Tentara yang melakukan aktivitas rutin di daerah itu mengidentifikasi dua kendaraan yang mencurigakan dan merespons dengan tembakan langsung ke arah mereka, serangan diidentifikasi," katanya, tanpa merinci apakah ada korban jiwa, dilaporkan laman Al Arabiya.

Menurut sejumlah sumber lokal, Rashid dan Zabara berasal dari kamp Askar, dekat Nablus. Keduanya disebut merupakan anggota Pasukan Keamanan Palestina. Sumber-sumber itu mengungkapkan bahwa Rashid dan Zabara tewas dalam konfrontasi bersenjata dengan pasukan Israel di Huwara, selatan Nablus.

Pada Selasa (25/10) lalu, sebanyak lima warga Palestina juga tewas saat pasukan Israel menggelar operasi di beberapa titik di Nablus. Bentrokan dengan aparat Israel juga turut menyebabkan 21 warga lainnya terluka.

Sejumlah saksi mata, seperti dikutip laman kantor berita Palestina, WAFA, mengungkapkan, saat pasukan Israel melaksanakan operasinya, terdengar rentetan tembakan dan ledakan kemudian diikuti asap yang membubung. “Bentrokan sengit pecah sebagai akibat antara warga Palestina dan tentara (Israel), karena lebih banyak pasukan dibawa ke Nablus didukung oleh pesawat nirawak (drone),” demikian WAFA menulis dalam laporannya.

Menurut keterangan saksi-saksi, pasukan Israel kemudian mengambil alih atap yang menghadap ke pusat kota. Mereka pun menembaki anggota pasukan keamanan Palestina. Sejumlah saksi juga mengungkapkan bahwa pasukan Israel sempat mengepung sebuah rumah. Dari dalam rumah tersebut, beberapa pemuda Palestina melepaskan tembakan ke arah mereka.

Pada saat yang sama, sebuah misil ditembakkan ke sebuah mobil di lingkungan Nablus. Seorang warga tewas hingga tubuhnya hangus akibat serangan tersebut. Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah sakit Rafidya.

Karena ambulans Bulan Sabit Merah Palestina dicegah pasukan Israel memasuki Nablus, warga Palestina bahu membahu membawa korban luka dan tewas lainnya ke rumah sakit. Menurut militer Israel, operasi di Nablus bertujuan menggerebek tempat persembunyian yang digunakan untuk meracik bahan peledak.

Tempat persembunyian itu juga diklaim merupakan markas Den of Lions. Mereka adalah kelompok yang telah terlibat dalam konfrontasi bersenjata dengan pasukan Israel selama beberapa pekan terakhir. Pasukan Israel mengaku berhasil meledakkan tempat peracikan bahan peledak dalam operasinya di Nablus.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement