Jumat 28 Oct 2022 17:46 WIB

Polisi Ikut Selidiki Penyebab Gagal Ginjal Akut di Jakarta Utara

Ada empat anak suspek gagal ginjal akut progresif atipikal di Jakarta Utara.

Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara ikut menyelidiki penyebab gagal ginjal akut progresif atipikal (acute kidney injury/AKI) di Jakarta Utara.
Foto: Republika
Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara ikut menyelidiki penyebab gagal ginjal akut progresif atipikal (acute kidney injury/AKI) di Jakarta Utara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara ikut menyelidiki penyebab gagal ginjal akut progresif atipikal (acute kidney injury/AKI) di Jakarta Utara. Karena itu, Polres Jakarta Utara menurunkan personel bidang kedokteran dan kesehatan (biddokkes).

"Dari kedokteran kami, ada di Biddokkes ini, juga ikut memeriksa apa penyebab-penyebabnya sehingga anak tersebut sampai terkena gagal ginjal akut," kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Erlin Tang Jaya di Markas Polres Metro Jakarta Utara, Jumat (28/10/2022).

Baca Juga

Erlin mengatakan personel Polres Metro Jakarta Utara tersebut akan mendata kasus diduga gagal ginjal akut progresif atipikal di setiap wilayah. Menurut Erlin, sudah empat anak suspek penyakit misterius tersebut di Jakarta Utara.

Diperkirakan, empat anak itu berada di rentang usia 1-8 tahun, tiga berjenis laki-laki dan satu perempuan dan berada di wilayah Cilincing dan Tanjung Priok. "Kami masih mendata semua warga Jakarta Utara ini yang anaknya terkena gagal ginjal akut. Memang kalau tidak salah ada kurang lebih sekitar empat, di wilayah Jakarta Utara ini yang terkena gagal ginjal akut," kata Erlin.

Namun, gagal ginjal pada kasus suspek di wilayah Jakarta Utara itu masih terus diselidiki penyebabnya. Erlin belum menyebut kesimpulan yang dapat diambil dari penyelidikan tersebut, tetapi sekarang sebagian besar obat sirop parasetamol sudah ditarik dari pasaran.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat 135 anak terkena gangguan gagal ginjal akut progresif atipikal(AKI) selama periode Januari-Oktober 2022. Dari total 135 kasus balita gagal ginjal akut misterius, sebanyak 63 balita meninggal dunia, 46 balita sembuh dan sisanya masih menjalani perawatan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement