Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Kanker Serviks Bisa Kambuh, Imunoterapi Jadi Harapan Baru

Rabu 26 Oct 2022 20:00 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Nyeri perut (ilustrasi). Kanker serviks dapat kambuh akibat faktor genetik atau gaya hidup.

Nyeri perut (ilustrasi). Kanker serviks dapat kambuh akibat faktor genetik atau gaya hidup.

Foto: www.freepik.com
Kanker serviks dapat kambuh lagi atau bermetastasis meski sudah diobati.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dr Nadia Ayu Mulansari SpPD-KHOM menjelaskan bahwa kanker serviks dapat kambuh lagi atau bermetastasis meski sudah diobati. Biasanya, kekambuhan kanker serviks dapat berkembang setelah selesainya pengobatan awal.

"Biasanya, kemoterapi setelah lini pertama itu bagus responsnya, artinya hilang kankernya, namun beberapa waktu kemudian kambuh kembali," ujarnya dalam webinar bertajuk "Imunoterapi Menjadi Harapan Baru Melawan Dua Kanker Ganas Tertinggi pada Perempuan di Indonesia", Selasa (25/10/2022).

Baca Juga

Kalau sudah kambuh, lanjut dr Nadia, dari stadium 4 kanker serviks, sudah kemoterapi pertama masuk lini kedua, biasanya sudah tidak bagus responsnya. Tujuan pengobatan adalah untuk menghilangkan semua kanker, tetapi terkadang sel kanker tidak terdeteksi atau sel kanker baru berkembang.

"Akibatnya, kanker berpotensi kembali ke leher rahim atau daerah sekitarnya, atau ke bagian tubuh lainnya, sehingga harus dipantau secara berkala," jelasnya.

Menurut dr Nadia, semua kanker bisa kambuh pada stadium beberapa pun. "Namun, pada stadium awal, kemungkinan kambuh kecil. Kalau stadium lanjut, kemungkinan kambuh selalu ada," ujar dr Nadia.

Faktor yang menyebabkan kekambuhan salah satunya ialah faktor genetik yang tidak bisa diintervensi. Ada pula faktor risiko yang bisa dimodifikasi, yaitu gaya hidup.

Imunoterapi

Kanker serviks dapat diobati dengan beberapa cara, tergantung pada jenis kanker serviks dan seberapa jauh penyebarannya. Tiga cara pengobatan yang paling umum adalah operasi, kemoterapi, terapi radiasi. Namun kini ada harapan baru dengan imunoterapi.

"Pengobatan kanker serviks tergantung dari stadiumnya. Kalau stadium masih dini, bisa dengan operasi, radiasi itu cukup," ujarnya.

Menurut dr Nadia, kanker stadium dini tentunya diharapkan bisa selesai dengan pengobatan sederhana tersebut. Namun, sudah stadium lebih lanjut apalagi stadium 4 atau stadium lanjut, pengobatannya tidak bisa selesai, tapi terus-menerus.

"Pasien kanker stadium 4 sel kanker tidak hilang tapi hanya tidur. Dijaga terus karena suatu waktu bisa bangun kembali," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA