Rabu 26 Oct 2022 16:23 WIB

Hadapi Ancaman Resesi, Industri Farmasi Dinilai Perlu Disiapkan

Perlu dikaji perkembangan harga obat-obatan di level global.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Fernan Rahadi
Karikatur Resesi Global
Foto: republika/daan yahya
Karikatur Resesi Global

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Ancaman terjadinya resesi ekonomi global diprediksi akan memberikan dampak terhadap industri farmasi. Terlebih, beberapa tahun terakhir industri farmasi menghadapi tantangan besar selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Sekretaris Prodi Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII), Suci Hanifah mengatakan, salah satu sektor penting dalam dunia kesehatan tidak lain merupakan obat. Sehingga, perlu dikaji perkembangan harga obat-obatan di level global.

Ia mengingatkan, pembiayaan perawatan kesehatan memang menduduki proporsi yang paling banyak dan diduduki oleh penggunaan obat atau biaya obat. Suci meyakini, pengkajian farmakoekonomi penting demi memaksimalkan potensi di dunia farmasi.

"Farmakoekonomi ini topik signifikan yang penting untuk kemudian selalu dikaji demi kepentingan pelayanan kesehatan yang senantiasa lebih baik, optimal dan efisien," kata Suci dalam Lecturer Series Magister Farmasi UII, Rabu (25/10/2022).

Dosen MARS Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr Firman Pribadi menilai, pemaksimalan strategi dan birokrasi dapat menyelamatkan organisasi dalam keadaan apa pun. Jadi, organisasi harus efektif mengelola perubahan secara berkelanjutan.

"Mengadaptasikan dengan birokrasi, strategi, sistem, produk jasa dan budayanya. Maka, mereka bisa bertahan terhadap kejutan-kejutan yang bisa mematikan lain," ujar Firman.

Ia menuturkan, personal directly involve adalah salah satu metode pengumpulan data berdasarkan adanya keterlibatan langsung secara personal. Bagi mahasiswa, biasanya ada masalah dalam mengumpulkan data dan mencari sumber data tersebut.

Di lingkungan kesehatan bisa antara pasien, konsumer, dokter, perawat dan lain-lain. Ia menekankan, apoteker satu aspek penting dalam masyarakat dan kontribusi sebagai elemen perawatan kesehatan penting dalam praktek keperawatan primer.

Inisiatif untuk mempekerjakan apoteker telah memungkinkannya bekerja sama dengan penyedia perawatan primer lain. Karenanya, disebut sebagai perawatan primer di lingkungan puskesmas dan alat apotek komunitas terafiliasi atau dikontrak JKN.

Firman menambahkan, era farmasi dipengaruhi oleh faktor ekonomi makro. Faktor ekonomi makro yang mempengaruhi era farmasi dalam penelitian ada kemajuan teknologi dan komunikasi, lingkungan baru sekaligus meningkatkan biaya pengembangan obat.

"Meningkatkan faktor resiko desentralisasi dan isu pemalsuan, kebutuhan baru dari pasar negara berkembang dalam populasi global yang meluas," kata Firman

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement