Senin 24 Oct 2022 16:21 WIB

Polisi akan Periksa Kejiwaan Rudolf Tobing

Rudolf Tobing berencana membunuh tiga orang

Rep: Ali Mansur/ Red: Nur Aini
 Christian Rudolf Tobing tertangkap di kamera CCTV.
Foto: Tangkapan Layar Youtube
Christian Rudolf Tobing tertangkap di kamera CCTV.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi terus menyelidiki kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Christian Rudolf Tobing (36 tahun) terhadap temannya bernama Icha (36). Dalam waktu dekat pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan kejiwaan pelaku Rudolf Tobing. 

"Kemungkinan besar besok karena tes kejiwaan tidak cukup satu hari,” ujar Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Indriwienny Panjiyoga saat dihubungi awak media, Senin (24/10/2022).

Baca Juga

Namun Panjiyoga tidak menyebut detail pemeriksaan kejiwaan tersebut. Termasuk berapa lama pemeriksaan berlangsung karena sudah masuk wewenang dari kedokteran.

“Nanti tergantung observasi tim dokter, itu wewenang dokter ya,” ujarnya.

Panjiyoga juga mengatakan Rudolf awalnya mengincar target H untuk dibunuh pertama kali, dengan menghubungi adik korban. Lalu pelaku bilang ke adik calon korban ini bahwa pelaku akan memberikan surprise kepada calon korban itu.

Namun, kata Panjiyoga, adik H tidak memberikan respons kepada Rudolf. Sehingga tersangka mengalihkan target pembunuhannya kepada korban Icha dengan alasan kedekatan tersangka dengan korbannya tersebut. Kemudian pelaku mengajak korban untuk melakukan siaran podcast bareng hingga berujung pembunuhan. 

"Karena pelaku cukup tahu bagaimana saudari I karena mereka pernah satu rekan komunitas dan pernah melakukan siaran bareng. Lalu pelaku tahu saudari I kalau pelaku mengajak podcast pasti saudari I akan mengiyakan," ungkap Panjiyoga. 

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi. Menurutnya, Rudolf Tobing memiliki dua target pembunuhan lain usai membunuh Ade Yunia Rizabani (36). Awalnya target utama pembunuhanya adalah pria inisial H yang sebelumnya memiliki hubungan baik denganya. Hal itu itu diketahui berdasarkan pengakuan Rudolf sendiri.

"Ada calon target yang atas nama H ini merupakan dulunya kawan pelaku. Tapi ada berselisih paham sehingga bermusuhan dengan pelaku," kata Hengki.

Menurut Hengki, kebencian Rudolf kepada H kian memuncak usai melihat target pembunuhan I, S, dan H kerap melakukan kegiatan bersama saat merayakan Natal. Lalu, H menjadi incaran pertama Rudolf untuk dibunuh. 

"Pelaku merasa lebih sakit hati lagi dan berniat untuk menghabisi ketiganya," ujar Hengki. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement