Ahad 23 Oct 2022 09:36 WIB

KSAL Klaim Laut Natuna Utara Aman, tak Ada Intimidasi Kapal Asing

Beberapa KRI yang sedang melaksanakan operasi dalam penegakan hukum dan kedaulatan.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono memastikan, kondisi di Laut Natuna Utara aman dan tak ada intimidasi dari kapal-kapal asing. Untuk memastikan hal tersebut, Yudo memerintahkan Gugus Tempur Laut Komando Armada I sebagai pengendali taktis operasi.
Foto: Istimewa
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono memastikan, kondisi di Laut Natuna Utara aman dan tak ada intimidasi dari kapal-kapal asing. Untuk memastikan hal tersebut, Yudo memerintahkan Gugus Tempur Laut Komando Armada I sebagai pengendali taktis operasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono memastikan, kondisi di Laut Natuna Utara aman dan tak ada intimidasi dari kapal-kapal asing. Untuk memastikan hal tersebut, Yudo memerintahkan Gugus Tempur Laut Komando Armada I sebagai pengendali taktis operasi.

Personel TNI AL, kata Yudo, rutin memantau dari udara kondisi di Laut Natuna Utara. Mereka menggunakan pesawat patroli maritim (patmar) TNI AL untuk melakukan pemantauan. 

"Berdasarkan patroli maritim TNI AL terlihat beberapa KRI yang sedang melaksanakan operasi dalam penegakan hukum dan kedaulatan di perairan yurisdiksi nasional, tepatnya di wilayah perairan Natuna Utara," ungkap Yudo seperti dikutip dari keterangan tertulis TNI AL. 

Bahkan, Yudo mempersilakan media untuk dapat menyaksikan secara langsung pengamanan di lapangan yang telah dilakukan oleh TNI AL seperti kegiatan patroli rutin yang dilakukan oleh Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), dan unsur pesawat udara intai maritim TNI AL di wilayah perairan Natuna Utara.

"Sampai dengan saat ini situasi Laut Natuna Utara dalam keadaan aman dan terkendali," kata dia lagi. 

Ia menambahkan, dalam rangka menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia, TNI AL mengerahkan sejumlah alutsista seperti lima KRI, satu pesawat udara, dan satu helikopter. Mereka tergabung dalam unsur gelar operasi untuk penegakan wilayah di area Laut Natuna Utara. 

Pernyataan ini disampaikan Yudo terkait informasi yang menyebutkan adanya kegiatan intimidasi yang dilakukan oleh kapal negara asing. 

Sebelumnya TNI AL juga sudah melakukan sosialisi kepada para nelayan di wilayah Natuna mengenai hukum laut internasional, batas batas laut di Natuna, standar keselamatan pelayaran, dan prosedur pelaporan masyarakat berkaitan dengan kejadian di laut yang dilaksanakan oleh Koarmada I, dan secara rutin sosialisasi tersebut dilakukan oleh Panglana TNI AL (Lanal) Ranai.

Seperti disampaikan Kasal diberbagai kesempatan sebelumnya bahwa Indonesia menjamin hak lintas damai untuk kapal-kapal internasional saat berada di dalam ZEE Indonesia selama mereka berlayar terus menerus tidak lego jangkar, tidak melakukan kegiatan ilegal maka, sesuai dengan perundang-undangan itu diizinkan, yaitu disebut freedom navigation.

Laksamana Yudo juga mengimbau kepada masyarakat apabila mendapat intimidasi dari kapal negara lain saat berlayar di ZEE Indonesia, segera laporkan kepada satuan TNI AL terdekat seperti Lanal atau ke kapal-kapal perang TNI AL yang berpatroli setiap harinya untuk segera dapat ditindaklanjuti.

Kegiatan patroli yang dilakukan TNI AL di perairan Natuna Utara ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pokok TNI AL dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia, menjamin keamanan, keselamatan dan stabilitas kawasan, terlebih Indonesia dalam waktu dekat akan menyelenggarakan kegiatan pertemuan G-20.

Pengamanan wilayah perairan oleh TNI AL untuk menunjukkan kepada dunia internasional, bahwa perairan Indonesia utamanya perairan Laut Natuna Utara adalah wilayah yang aman, sehingga tidak ada keraguan terhadap situasi keamanan dan stabilitas kawasan di perairan yurisdiksi nasional Indonesia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement