Jumat 21 Oct 2022 20:15 WIB

Masjid di Beijing Tutup Jelang Penutupan Kongres Partai Komunis

Sejumlah masjid di Kota Beijing ditutup sementara menjelang penutupan kongres CPC

Presiden China Xi Jinping, barisan depan tengah, berdiri dengan kadernya selama lagu Komunis pada upacara penutupan Kongres Partai ke-19 di Aula Besar Rakyat di Beijing pada 24 Oktober 2017. Partai Komunis China yang berkuasa mengadakan kongres nasional dua kali satu dekade mulai Minggu, 16 Oktober 2022.
Foto: AP/Andy Wong
Presiden China Xi Jinping, barisan depan tengah, berdiri dengan kadernya selama lagu Komunis pada upacara penutupan Kongres Partai ke-19 di Aula Besar Rakyat di Beijing pada 24 Oktober 2017. Partai Komunis China yang berkuasa mengadakan kongres nasional dua kali satu dekade mulai Minggu, 16 Oktober 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Sejumlah masjid di Kota Beijing ditutup sementara menjelang penutupan Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis China (CPC) yang dijadwalkan digelar di Balai Agung Rakyat, Tiananmen, Sabtu (22/10/2022).

Ada sedikitnya tiga masjid di ibu kota China itu yang tutup sementara, yakni Dongzhimen, Nandouya, dan Dongsi.

Baca Juga

Beberapa staf Kedutaan Besar RI di Beijing terkecoh saat hendak menjalankan shalat Jumat di Masjid Dongzhimen dan Masjid Nandouya.

Namun ada juga yang akhirnya bisa menunaikan shalat Jumat di Masjid Nanxiapo, tak jauh dari kantor Kementerian Luar Negeri China. Sebagian lainnya melaksanakan shalat Jumat di aula serba guna KBRI Beijing.

Sebelumnya para khotib, imam, pengurus masjid, dan perwakilan komunitas Muslim di Beijing diinstruksikan menyaksikan pidato Sekretaris Jenderal CPC Xi Jinping saat membuka kongres partai penguasa tunggal di China itu pada Ahad (16/10/2022) melalui saluran televisi.

Laporan kerja Sekjen Xi atas nama Komite Sentral ke-19 CPC sangat mendalam dan menginspirasi, demikian komentar Wakil Ketua Asosiasi Islam China (CIA) Yang Guanjun, seperti dikutip Qingzhen Guyun, laman resmi CIA, Minggu.

Menurut dia, instruksi Presiden China itu sangat penting bagi komunitas Muslim di Beijing.

Sejak sebelum kongres dimulai hingga menjelang penutupan yang dijadwalkan Sabtu atau Minggu (22 atau 23 Oktober), pengamanan Ibu Kota diperketat.

Pemeriksaan kartu identitas penduduk dilakukan secara acak di stasiun kereta api dan pusat keramaian lainnya oleh kepolisian setempat.

Hasil tes negatif PCR berlaku 72 jam masih diterapkan oleh otoritas kesehatan setempat bagi siapa saja yang hendak bepergian dengan menggunakan kendaraan umum dan mengunjungi area publik.

Sementara awak media, baik lokal maupun asing, yang hendak melakukan liputan penutupan diwajibkan melakukan dua kali tes PCR pada Jumat dan Sabtu (22/10/2022) yang disediakan di hotel tempat karantina. Sebelumnya para peliput acara tersebut hanya diwajibkan tes satu kali setiap hari.

Susunan keanggotaan Komite Sentral ke-20 CPC dan Komisi Pusat CPC untuk Pengawasan Disiplin (CCDI) ke-20 dijadwalkan keluar pada Sabtu pagi (22/10/2022).

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement