Kamis 20 Oct 2022 16:04 WIB

Terminal Petikemas Surabaya Percepat Bongkar Muat di Pelabuhan

Penambahan beberapa alat mendukung kelancaran proses bongkar muat.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yusuf Assidiq
Truk trailer melintas di lapangan penumpukan kontainer di terminal petikemas Surabaya, Jawa Timur.
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Truk trailer melintas di lapangan penumpukan kontainer di terminal petikemas Surabaya, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Direktur Utama Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Abdul Rofid Fanany mengungkapkan, perusahaan telah memperbarui sekaligus menambah beberapa alat untuk mendukung kelancaran proses bongkar muat. Di antaranya 76 unit head truck, 79 unit chasis, dua unit chasis lowbed, tiga unit dolly (double chasis), serta tiga unit Reach Stacker (RS).

"Penambahan alat-alat tersebut tentunya akan mempercepat mobilitas pada proses bongkar muat, baik itu di dermaga maupun di container yard," kata Abdul Rofid Fanany di Surabaya, Kamis (20/10/2022).

Pria yang akrab disapa Ifan itu melanjutkan, pembaharuan serta penambahan alat baru tersebut tak lain karena sepanjang 2022 pihaknya melayani tiga servis baru yang sandar di TPS. Ifan meyakini, adanya servis baru tersebut, selain akan berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian di Jawa Timur, juga dapat memperkuat pertumbuhan industri logistik.

Di tahun ini, TPS juga menguatkan dukungannya terhadap gerakan ekonomi hijau. Antara lain dengan penggunaan green workshop yang ramah lingkungan, pemanfataan solar panel, pengoperasian truk bio diesel, serta inovasi melalui penerapan dual cycle system.

"Dual cycle system merupakan sistem kombinasi dalam melakukan bongkar muat petikemas dalam satu palka dari dan ke atas kapal, yang sekaligus pengangkutan ke lapangan penumpukan dengan satu rangkaian truk yang sama," ujarnya.

Ifan menyampaikan, dengan diimplementasikannya dual cycle system ini, TPS dapat menghemat lima persen pemakaian bahan bakar atau menghemat 1.300 liter penggunaan BBM per bulannya. Apabila dirupiahkan, lanjut Ifan, penghematan setiap bulannya mencapai Rp 18.500.000, serta efisiensi penggunaan head truck mencapai 28 persen.

"Tentunya hal ini dapat menghemat bahan bakar truk, dan proses bongkar muat jadi lebih cepat. Selain itu juga mengurangi emisi udara, sehingga kami berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan dalam menjalankan bisnis kami," kata Ifan.

Ia melanjutkan, berbagai standardisasi layanan dan kegiatan di perusahaan yang merupakan anak usaha dari Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) itu merupakan penggambaran dari visi Pelindo untuk menjadi pemimpin ekosistem maritim terintegrasi dan berkelas dunia. Apalagi TPS dipercaya menjadi preferred terminal untuk layanan cargo internasional dan menguasai market share internasional di Pelabuhan Tanjung Perak mencapai 79 persen.

Ditegaskan, TPS akan terus berkomitmen menyelaraskan diri dengan kemajuan serta perubahan, dan berkontribusi serta berinovasi untuk kemudahan layanan. Tujuan akhirnya adalah mampu membawa Pelindo untuk bisa mewujudkan visi dan misinya.

“Yang terbaik dari TPS tentunya akan menjadi salah satu kontribusi terbaik pula bagi Pelindo untuk mewujudkan baktinya kepada negeri," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement