Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

Dua Kali Menukangi Real Madrid, Ancelotti Ungkap Perbedaan Kualitas Benzema

Kamis 20 Oct 2022 03:44 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

 Pemain Real Madrid Karim Benzema (kiri) dan pelatih Madrid Carlo Ancelotti (kanan) berpose dengan penghargaan untuk pemain dan pelatih terbaik di Eropa  di Istanbul, Turki, 25 Agustus 2022 .

Pemain Real Madrid Karim Benzema (kiri) dan pelatih Madrid Carlo Ancelotti (kanan) berpose dengan penghargaan untuk pemain dan pelatih terbaik di Eropa di Istanbul, Turki, 25 Agustus 2022 .

Foto: EPA-EFE/SEDAT SUNA
Perbedaan terbesar terletak pada kualitas kepemimpinan Benzema.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Carlo Ancelotti melakoni kesempatan kedua menukangi Real Madrid usai ditunjuk memimpin tim utama Los Blancos pada awal musim lalu. Pelatih asal Italia itu menggantikan Zinedine Zidane yang memilih mengundurkan diri pada Mei 2021.

Seperti pada kesempatan pertama, tepatnya pada 2013 hingga 2015, Ancelotti kembali bekerja sama dengan penyerang asal Prancis, Karim Benzema, pada sepanjang musim lalu. Kerja sama kedua antara Ancelotti dan Benzema ini pun berbuah manis, terutama untuk mantan penyerang Olimpique Lyon tersebut.

Baca Juga

Penyerang berusia 34 tahun itu berhasil mengakhiri musim lalu dengan torehan 44 gol dan 12 assist dari 46 penampilan di semua ajang. Tidak hanya menjadi top skorer di La Liga, Benzema juga menjadi pemain tersubur di pentas Liga Champions musim lalu.

Capaian individu ini pun dilengkapi Benzema dengan persembahan titel La Liga Spanyol dan trofi Liga Champions buat Los Blancos pada musim lalu. Pengakuan terhadap kontribusi dan performa impresif pada musim lalu mencapai puncaknya dengan keberhasilan Benzema terpilih sebagai peraih Ballon d'Or 2022 atau pesepak bola pria terbaik sejagat versi France Football pada tahun ini.

Ancelotti pun mengakui, ada perbedaan besar kualitas yang dimiliki Benzema pada musim lalu dibanding saat pertama kali bekerja sama dengan penyerang yang mulai memperkuat Los Blancos pada 2009 tersebut. Perbedaan terbesar, kata Ancelotti, terletak pada kualitas kepemimpinan Benzema.

''Dia merasa memiliki tanggung jawab dan menjadi figur pemimpin di tim ini dibanding sekitar tujuh tahun lalu. Dari teknis permainan, kualitas dia tidak berubah dan cenderung masih sama. Apa yang berubah dari kualitasnya adalah tanggung jawab dan sikapnya terhadap tim ini. Dia menjadi figur pemimpin,'' kata Ancelotti seperti dikutip Marca, Rabu (19/10/2022).

Mantan pelatih Everton dan Napoli itu juga menyambut keberhasilan Benzema menyabet gelar Ballon d'Or 2022. Real Madrid, ujar Ancelotti, juga berperan penting dalam torehan prestasi Benzema tersebut. Meski penghargaan individu, keberhasilan meraih Ballon d'Or tidak pernah bisa dilepaskan dari bantuan rekan-rekan setim Benzema di Los Blancos.

Kini, Ancelotti berharap, Benzema bisa kembali melanjutkan tren positif performa pada musim ini, tepatnya saat Los Blancos menghadapi Elche pada jornada ke-10 La Liga, Kamis (20/10/2022) dini hari WIB. Apabila diturunkan, lawatan ke markas Elche itu akan menjadi laga pertama Benzema usai merengkuh gelar Ballon d'Or 2022.

''Kami semua senang dengan prestasi Benzema tersebut. Kami merasa, itu juga menjadi bagian dari kami. Kami semua mengucapkan selamat kepada dia (Benzema). Itu semua sudah selesai. Kini, kami harus berpikir tantangan berikutnya dan akan dimulai di laga berikutnya (kontra Elche),'' jelas Ancelotti.

Kendati sempat mengalami cedera otot pada awal musim ini, Benzema masih mampu tampil cukup impresif. Dari 10 penampilan di semua ajang pada musim ini, Benzema telah mengemas lima gol, termasuk saat mencetak gol pembuka Los Blancos kala membungkam Barcelona, 3-1, di laga el clasico, akhir pekan lalu.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA