Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kapolri: Sinergisitas Elemen Bangsa Wujudkan Persatuan

Selasa 18 Oct 2022 16:57 WIB

Red: Christiyaningsih

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriah di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2022).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriah di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2022).

Foto: Polri
Sifat nabi diharapkan bisa diterapkan dalam pelaksanaan tugas polisi sehari-hari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriah di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2022). Peringatan Maulid Nabi yang digelar oleh Polri ini mengusung tema Aktualisasi Keteladanan Akhlak Kepemimpinan Nabi Besar Muhammad SAW, Kita Wujudkan Polri yang Presisi. 

"Kegiatan hari ini diikuti oleh hampir sebagian besar tokoh-tokoh ulama, tokoh agama, dan kemudian juga diikuti teman-teman dari TNI, OKP, BEM, dan seluruh elemen masyarakat lain. Kita juga sambungkan secara virtual dengan seluruh Polda dan seluruh Polres," kata Sigit dalam kegiatan tersebut. 

Baca Juga

Sigit menyatakan peringatan Maulid Nabi ini diharapkan dapat menjadi ikhtiar melalui doa-doa, agar bangsa Indonesia terus dapat mempertahankan tren positifnya di tengah dinamika yang berkembang di seluruh dunia. "Demikian juga kita mendoakan untuk bangsa yang saat ini sedang menghadapi situasi global, pemerintah yang terus bekerja keras untuk menghadapi situasi global. Dan alhamdulilah posisi Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang nomor enam di lingkungan negara-negara G20. Inflasinya semuanya masih terjaga dan ini merupakan karunia Allah SWT yang harus kita jaga," ujar Sigit. 

Lebih dalam, kata Sigit, peringatan Maulid Nabi ini juga harus dijadikan untuk terus menjaga dan memperkuat sinergisitas, soliditas, dan kolaborasi antara umara, ulama, TNI, Polri, masyarakat, pemuda, dan seluruh unsur elemen lainnya. Menurut mantan kabareskrim Polri ini, dengan terciptanya sinergisitas dan soliditas, maka hal itu akan semakin memperkuat serta mempertahankan persatuan dan kesatuan yang menjadi ujung tombak bangsa Indonesia dalam menghadapi segala bentuk dinamika yang berkembang di dalam negeri maupun internasional. 

"Ini semua tentunya menjadi bagian yang kita mohonkan bersama. Sehingga sinergisitas dan soliditas antara Polri, TNI, ulama, dan seluruh elemen bangsa mewujudkan persatuan dan kesatuan untuk menghadapi situasi dampak global yang sulit. Dan kita semua harus menjaga persatuan dan kesatuan apalagi di situasi yang ada, situasi tahun politik," ucap eks kapolda Banten itu.

Dari segi internal Polri, Sigit juga menekankan kepada seluruh personel kepolisian di Indonesia. Dewasa ini, Korps Bhayangkara sedang menghadapi beberapa ujian. Terkait ujian yang menerpa internal Polri, Sigit mengibaratkan dengan proses pemurnian emas. 

"Dan saya selalu berpesan kepada seluruh anggota, saat ini kita sedang diuji. Ibarat emas, saat ini kita sedang melaksanakan pemurnian, pengayakan untuk menjadi emas 24 karat. Sehingga, kita bisa menjadi Polri yang lebih dekat, lebih dicintai masyarakat, dan menjadi Polri yang bisa mewjudkan Polri yang 24 karat di tengah masyarakat," tutur Sigit.

Oleh karena itu, Sigit menegaskan seluruh personel kepolisian di Indonesia dapat meneladani jiwa kepemimpinan dan sifat-sifat kebaikan yang selalu ditebarkan oleh Nabi Muhammad SAW. "Tentunya harapan kita dengan melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kita harapkan apa yang menjadi sifat-sifat nabi bisa kita terapkan dalam pelaksanaan tugas kita sehari-hari. Baik di dalam melaksanakan kegiatan keseharian maupun melaksanakan tugas pokok," papar Sigit.

"Tentunya kami sangat berterima kasih karena kita mendapatkan doa dan dukungan dari seluruh elemen bangsa untuk Polri agar terus bisa melaksanakan tugas-tugas kita yang tentunya saat ini kita sedang menghadapi berbagai macam dinamika. Namun kita yakini bahwa dengan kekuatan doa maka kita akan bisa melampaui semuanya," tambah Sigit sekaligus mengakhiri.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA