Selasa 18 Oct 2022 14:23 WIB

Jerman Luncurkan Program Baru untuk Warga Afghanistan

Program untuk Afghanistan diluncurkan Jerman.

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil
Pengungsi Afghanistan (ilustrasi). Jerman mengusir ratusan pengungsi Afghanistan yang mencari perlindungan.
Foto: AP Photo/Massoud Hossaini
Pengungsi Afghanistan (ilustrasi). Jerman mengusir ratusan pengungsi Afghanistan yang mencari perlindungan.

REPUBLIKA.CO.ID,BERLIN — Pemerintah Jerman pada Senin (17/10/2022) mengatakan bahwa mereka meluncurkan program baru untuk membantu membawa sekitar 1.000 orang yang berisiko mengalami penganiayaan di Afghanistan ke Jerman setiap bulan. 

Program ini merupakan bagian dari kesepakatan antara tiga pihak yang mengatur. Ini memberikan struktur formal untuk cara otoritas Jerman menangani aplikasi dari Afghanistan sejak pengambilalihan Taliban tahun lalu. 

Baca Juga

Para pejabat mengatakan program ini ditujukan untuk warga Afghanistan yang berisiko karena pekerjaan mereka untuk perempuan dan hak asasi manusia. Mereka yang memenuhi syarat adalah jurnalis, ilmuwan, aktivis politik, hakim, pendidik dan mereka yang dianiaya karena jenis kelamin atau agama mereka.

Jerman telah memberikan perlindungan kepada sekitar 26 ribu orang dari Afghanistan sejak Agustus 2021. Banyak dari mereka sebelumnya bekerja untuk militer atau polisi Jerman selama penempatan mereka di Afghanistan. 

Menteri Luar Negeri Annalena Baerbock mengatakan, program relokasi kemanusiaan yang baru dimaksudkan untuk memberi mereka yang dianiaya oleh Taliban "kesempatan untuk hidup bebas, ditentukan sendiri dan aman." 

Dia mengakui bahwa itu akan menjadi "tugas besar" untuk mengimplementasikan program, termasuk dengan aman mendapatkan pelamar dari Afghanistan ke Jerman. 

"Tapi kami tidak akan menyerah," katanya dilansir dari Arab News, Selasa (18/10/2022).

Pelamar harus dinominasikan untuk program tersebut oleh kelompok masyarakat sipil yang disetujui oleh Pemerintah Jerman.

Sumber:

https://www.arabnews.com/node/2182686/world

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement