Senin 17 Oct 2022 17:48 WIB

Banjir di Malang Setinggi Dua Meter, Warga Dievakuasi

Dusun Rowotrate merupakan salah satu titik banjir paling parah.

Sejumlah wilayah di Kabupaten Malang mengalami banjir, Senin (17/10/2022). Banjir terjadi karena hujan berintensitas tinggi dan pasang laut.
Foto: Istimewa
Sejumlah wilayah di Kabupaten Malang mengalami banjir, Senin (17/10/2022). Banjir terjadi karena hujan berintensitas tinggi dan pasang laut.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Malang melakukan evakuasi kepada warga terdampak banjir yang terjadi di lima kecamatan di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan, saat ini tim yang diterjunkan masih fokus melakukan evakuasi pada warga yang terdampak banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi dan pasang air laut itu.

"Saat ini kami masih fokus evakuasi, penyebabnya masih sama seperti sebelumnya, curah hujan tinggi dan ada pasang air laut," kata dia.

Dijelaskan, ada delapan desa dari lima kecamatan yang terdampak banjir di wilayah Kabupaten Malang, yakni Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Desa Purwodadi, dan Desa Pujiharjo di Kecamatan Tirtoyudo.

Kemudian, Desa Sitiarjo, Desa Sidoasri, dan Desa Tambakrejo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Desa Sumbermanjing Kulon di Kecamatan Pagak, dan Desa Sumberoto di Kecamatan Donomulyo.

"Pendataan masih lambat, karena tim masih melakukan evakuasi. Jumlah keluarga terdampak diperkirakan lebih dari 500 keluarga," ujarnya.

Untuk saat ini, BPBD Kabupaten Malang bersama pemangku kepentingan lainnya masih belum membuka tempat-tempat pengungsian untuk menampung warga yang terdampak bencana banjir tersebut.

Ia menambahkan, warga yang dievakuasi tersebut saat ini diprioritaskan untuk menuju tempat yang lebih aman pada rumah tetangga atau rumah keluarga. Sejauh ini, tidak ada korban jiwa akibat banjir yang melanda lima kecamatan tersebut.

"Warga masih kita tempatkan di rumah warga lain yang terdekat, yang lebih aman. Kemudian ada juga yang ke keluarga mereka. Hingga saat ini, belum ada laporan terkait korban jiwa," tegas Sadono.

Saat ini personel difokuskan pada sejumlah titik yang terdampak banjir paling parah. Berdasarkan informasi tim di lapangan, Dusun Rowotrate merupakan salah satu titik banjir paling parah dengan ketinggian air hingga dua meter.

"Di Dusun Krajan Kulon, Desa Sitiarjo, banjir mulai surut. Rekan-rekan bergeser ke Dusun Rowotrate untuk evakuasi yang di sana. Di Rowotrate ada kurang lebih 177 keluarga," ujarnya.

Sebelumnya, banjir terjadi di Desa Sitiarjo akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mulai mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (15/10) pukul 04.00 WIB. Tinggi muka air di Sungai Desa Kedung Banteng tercatat mengalami kenaikan hingga empat meter.

Dengan kenaikan tinggi muka air tersebut menyebabkan hilir pada Sungai Panguluran, Dusun Krajan Tengah, Desa Sitiarjo meluap kurang lebih pada pukul 06.30 WIB. Luapan air itu menyebabkan rumah warga terendam hingga 1,5 meter.

Wilayah Sitiarjo merupakan salah satu area yang memiliki potensi terjadinya banjir pada saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Pada pertengahan September 2022, setidaknya ada puluhan rumah di Desa Sitiarjo yang terdampak banjir akibat hujan intensitas tinggi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement