Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

Jokowi: Bantuan Subsidi Upah Sudah Disalurkan ke 8,4 Juta Pekerja

Kamis 13 Oct 2022 16:32 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Agus raharjo

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Pasar Kosambi saat agenda kunjungan kerja ke Kota Bandung, Kamis (13/11). Dalam kesempatan itu Jokowi menyerahkan sejumlah bantuan sosial bagi para pedagang.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Pasar Kosambi saat agenda kunjungan kerja ke Kota Bandung, Kamis (13/11). Dalam kesempatan itu Jokowi menyerahkan sejumlah bantuan sosial bagi para pedagang.

Foto: Edi Yusuf/Republika
Presiden memastikan pemerintah terus melanjutkan penyaluran bansos.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan bantuan sosial kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Kantor Pos Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/10/2022). Jokowi pun menyampaikan progress penyaluran bantuan subsidi upah kepada para pekerja.

Ia mengatakan, pemerintah sudah menyalurkan bantuan subsidi upah kepada 8,4 juta pekerja atau 65,6 persen dari total target penerima.

Baca Juga

“Hari ini kita kembali di Bandung membagikan BSU. Yang kita berikan kepada para pekerja dari 14,6 juta yang nanti akan kita berikan, sekarang ini sudah 8,4 juta. Jadi sudah 65,6 persen dan masih terus berjalan,” ujar Jokowi usai penyerahan bansos, Kamis (13/10/2022).

Ia memastikan, pemerintah akan terus melanjutkan penyaluran bantuan sosial kepada para penerima yang memenuhi syarat. Sedangkan terkait penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) BBM kepada masyarakat, Jokowi menyebut sudah hampir selesai.

“Untuk BLT BBM juga sama. Sudah tadi kita berikan dan mendekati selesai,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pemerintah telah menyalurkan bantuan subsidi upah (BSU) sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi kepada lebih dari 8,4 juta pekerja.

“Penerimaan BSU sekarang sudah tahap yang ke-5. Sampai dengan tahap yang ke-5 kita sudah menyalurkan kepada 8.432.533 orang atau setara dengan 57,60 persen,” kata Ida di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Sedangkan penyaluran subsidi upah kepada sekitar 6,2 juta pekerja lainnya masih berlangsung dan tengah dilakukan pemadanan data dengan program lainnya.  

“Jadi sisa penerimanya ini ada 6,2 (juta) yang harus kami padankan lagi dan rata-rata mereka ini, ini sudah selesai semua untuk yang penerimanya memiliki rekening di Bank Himbara,” jelasnya.

Selanjutnya, Kementerian Ketenagakerjaan mengembalikan data pekerja yang tidak memiliki rekening di Bank Himbara kepada BPJS Ketenagakerjaan. Untuk mempercepat penyalurannya, Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan PT Pos.

“Yang akan kami lakukan adalah untuk mempercepat itu, kami akan kerjasama dengan PT Pos penyalurannya lebih cepat, karena kalau memulai lagi dengan membuka akun di bank-bank Himbara akan membutuhkan waktu yang lama,” jelas Ida.

Melalui kerjasama dengan PT Pos, ia meyakini akan mempermudah proses penyaluran tanpa harus membuka rekening bank Himbara terlebih dahulu.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA