Selasa 11 Oct 2022 19:37 WIB

Pemkot Berikan Pendampingan Korban Kekerasan Seksual di Kalideres

Pemkot Jakbar memberikan pendampingan kepada korban kekerasan seksual di Kalideres.

Kekerasan Seksual (ilustrasi). Pemkot Jakbar memberikan pendampingan kepada korban kekerasan seksual di Kalideres.
Foto: STRAITS TIMES
Kekerasan Seksual (ilustrasi). Pemkot Jakbar memberikan pendampingan kepada korban kekerasan seksual di Kalideres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota Jakarta Barat memberikan pendampingan psikologi dan hukum kepada anak yang diduga menjadi korban kekerasan seksual di sebuah empang di Kalideres, Jakarta Barat.

"Kita usahakan untuk cari anak itu supaya kita bisa berikan pendampingan secara psikologis dan mungkin pendampingan hukum," kata Kepala Suku Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Jakarta Barat, Sikah Winarni saat dihubungi di Jakarta, Selasa (11/10/2022).

Baca Juga

Pihaknya telah mengirimkan petugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk memeriksa lokasi tersebut. Selain itu, petugas di lapangan juga akan mencari tahu keberadaan anak yang menjadi korban pelecehan tersebut.

"Untuk korban juga bisa mendatangi petugas P2TP2A terdekat agar kami bisa berikan perlindungan dan pendampingan," kata dia.

Penyidik Polsek Kalideres, Jakarta Barat, sudah memeriksa lokasi yang diduga tempat aksi kekerasan seksual itu. "Kita minta keterangan warga di sekitar seperti Pak RT, dari pihak sekuriti rumah sakit dan orang-orang yang ada di sekitar sini," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kalideres, AKP Subartoyo di lokasi.

Pihaknya juga berencana memeriksa rekaman kamera CCTV rumah sakit yang mengarah ke empang tersebut. Dia berharap upaya tersebut bisa membantu penyidik mengungkapkan pelaku kekerasan seksual itu. Lokasi empang itu tepat berada di samping sebuah rumah sakit. Lokasi empang hanya berjarak sekitar 100 meter dari jalan raya.

Untuk masuk ke empang, warga harus melewati jalan setapak berupa tanah yang lunak dan gembur lantaran tercampur dengan air. Jalan setapak yang berkelok itu menuntun warga ke arah empang yang luasnya diperkirakan 5 x 10 meter.

Empang tersebut pun diperkirakan dangkal, hanya memiliki kedalaman 20 sampai 30 sentimeter. Tidak ada rumah warga yang terlihat di sekitar empang. Posisi empang ditutup puluhan pohon pisang, rawa dan tembok tinggi yang memisahkan dengan lahan rumah sakit.

Sebelumnya, rekaman dugaan kekerasan seksual tersebut sempat viral di media sosial pasca video berdurasi 36 detik itu diunggah oleh seseorang di akun Instagram @wargajakarta.id.

Dalam video tersebut, terlihat satu anak laki-laki dan pria dewasa sedang melakukan aktivitas seksual di tengah empang dan diduga terjadi pada Ahad (9/10). Aktivitas itu direkam oleh seseorang dari lantai atas rumah sakit.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement