Ahad 09 Oct 2022 12:56 WIB

BNPB: 2.436 Warga Aceh Timur Mengungsi Akibat Banjir

BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Seorang warga berada didalam rumahnya yang terendam banjir di Desa Pasi Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Jumat (2/9/2022). (Ilustrasi)
Foto: ANTARA/Syifa Yulinnas
Seorang warga berada didalam rumahnya yang terendam banjir di Desa Pasi Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Jumat (2/9/2022). (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 2.436 warga di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, mengungsi akibat banjir. Mereka terdiri dari enam kecamatan.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan warga sebagian besar mengungsi di Balai Dusun, Meunasah, Masjid, dan Dayah.

Baca Juga

Banjir melanda enam kecamatan di Aceh Timur. Yakni Kecamatan Pante Bidari, Punaron, Birem Bayeun, Indra Makmur, Nurussalam, dan Kecamatan Banda Alam.

"Informasi sementara, tercatat 1.276 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 4.764 jiwa terdampak dan 1.276 rumah tergenang. Informasi ini dilaporkan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Aceh Timur," ujar Abdul dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Ahad (9/10/2022).

Hingga kini, banjir masih menggenang di beberapa wilayah dengan ketinggian bervariasi hingga 150 sentimeter, kata dia. BPBD Kabupaten Aceh Timur segera melakukan koordinasi lintas sektor terkait upaya percepatan penanganan darurat. Selain itu, petugas gabungan juga tetap bersiaga untuk memantau beberapa lokasi yang masih mengalami kenaikan debit air.

Berdasarkan informasi prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, pada Senin (10/10/2022) untuk wilayah Aceh Timur masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai petir. Oleh karena itu, BNPB mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Warga diharapkan melakukan pengecekan debit air secara berkala ketika terjadi hujan deras dalam kurun waktu yang lama. Warga juga dapat melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman guna menghindari potensi bahaya bencana hidrometeorologi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement