Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

IHSG Rawan Profit Taking, Ini Saham-Saham Layak Koleksi di Akhir Pekan

Jumat 07 Oct 2022 10:06 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi rawan aksi ambil untung atau profit taking setelah menguat tiga hari beruntun. Awal perdagangan hari ini, Jumat (7/10), IHSG dibuka di zona merah dan terkoreksi hingga ke level 7.051,44.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi rawan aksi ambil untung atau profit taking setelah menguat tiga hari beruntun. Awal perdagangan hari ini, Jumat (7/10), IHSG dibuka di zona merah dan terkoreksi hingga ke level 7.051,44.

Foto: ANTARA/Galih Pradipta
Analis merekomendasikan saham MEDC di tengah kemungkinan bearish IHSG.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi rawan aksi ambil untung atau profit taking setelah menguat tiga hari beruntun. Awal perdagangan hari ini, Jumat (7/10), IHSG dibuka di zona merah dan terkoreksi hingga ke level 7.051,44.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar mengatakan, IHSG berada dalam trend Bearish selama di bawah 7.148. Sementara itu, IHSG ditutup di atas 5 day MA (7.054). 

Indikator MACD netral, Stochastic rebound dari oversold, telah break pola bearish channel, candle shooting star. Selama di atas support 7.015, IHSG masih berpeluang rebound, dengan target 7.149 , 7.250. 

Level resistance pada perdagangan Jumat (7/10) berada di 7.094,7.135, 7.178, 7.256 dengan support 7.054, 7.010, 6.968, 6.925. Perkiraan range pada perdagangan hari ini di rentang 7.030 - 7.135,” tulis Andri dalam riset, Jumat (7/10).

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra mengatakan, pada perdagangan kemarin, sebagian besar bursa regional Asia Pasifik mengalami penguatan. Nikkei dan Kospi masing-masing menguat 0,70 persen dan 1,02 persen. IHSG juga ditutup menguat tipis 0,02 persen.

Menurut Maxi, pergerakan pasar saham hari ini akan dipengaruhi sejumlah sentimen. Diantaranya, OPEC+ setuju untuk mengurangi produksi minyak sebanyak 2 juta barel per hari untuk menaikkan harga. 

Australia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar 8,324 miliar dolar AS, namun masih di bawah ekspektasi. Dari dalam negeri, hari ini Indonesia akan mengumumkan posisi cadangan devisa untuk September 2022. 

Di AS, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah signifikan 1,15 persen, begitu juga dengan S&P 500 yang turun 1,02 persen, sementara indeks Nasdaq terkoreksi 0,68 persen.

Investor menanti dirilisnya data ketenagakerjaan AS hari ini yang menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja pada September 2022. "Hal ini dapat memberikan informasi lain kepada bank sentral mengenai kampanye kenaikan suku bunga," kata Maxi.

BNI Sekuritas merekomendasi secara teknikal beberapa saham untuk perdagangan hari ini.

1. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

Resistance : Rp 965, Rp 990, Rp 1.040, Rp 1.090. 

Support: Rp 930, Rp 905, Rp 865, Rp 845. 

Rekomendasi: BUY Rp 930 - Rp 945 target Rp 965, Rp 990. Stop loss di bawah Rp 900.

2. PT Panin Financial Tbk (PNLF)

Resistance : Rp 585, Rp 605, Rp 625, Rp 660. 

Support: Rp 560, Rp 540, Rp 510, Rp 484. 

Rekomendasi: BUY IF BREAK Rp 580, target Rp 600, Rp 625. Stop loss di bawah Rp 540.

3. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

Resistance : Rp 8.875, Rp 8.950, Rp 9.075, Rp 9.250.

Support: Rp 8.750, Rp 8.650, Rp 8.500, Rp 8.325.

Rekomendasi: TRADING BUY target Rp 8.950, Rp 9.000. Stop loss di bawah Rp 8.650.

4. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)

Resistance : Rp 1.660, Rp 1.690, Rp 1.735, Rp 1.785

Support: Rp 1.635, Rp 1.610, Rp 1.565, Rp 1.485. 

Rekomendasi: AKUMULASI BUY target Rp 1.660, Rp 1.680. Stop loss di bawah Rp 1.550

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA