Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Anak tidak Suka Air Putih? Ini Trik Menyiasatinya

Jumat 07 Oct 2022 02:32 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nur Aini

Anak meminum air. Ilustrasi Asupan cairan yang cukup juga penting bagi anak karena anak memiliki kebutuhan metabolisme yang lebih tinggi daripada orang dewasa.

Anak meminum air. Ilustrasi Asupan cairan yang cukup juga penting bagi anak karena anak memiliki kebutuhan metabolisme yang lebih tinggi daripada orang dewasa.

Foto: AP
Menjaga kecukupan hidrasi anak merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bila dibandingkan tubuh orang dewasa, tubuh anak didominasi oleh proporsi kandungan air yang lebih besar. Oleh karena itu, menjaga kecukupan hidrasi anak merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

"Semakin muda usia seorang anak, akan semakin besar pula komposisi air dalam tubuhnya," kata spesialis anak konsultan nefrologi anak dari RS Pondok Indah - Bintaro Jaya dr Cahyani Gita Ambarsari SpA(K), melalui surel yang diterima Republika.co.id, Kamis (6/10/2022).

Baca Juga

Asupan cairan yang cukup juga penting bagi anak karena anak memiliki kebutuhan metabolisme yang lebih tinggi daripada orang dewasa. Hal itu terjadi karena adanya proses tumbuh kembang. Menurut dr Cahyani, air merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam menunjang proses perkembangan fungsi-fungsi organ di dalam tubuh anak.

Tak hanya itu, air juga memiliki berbagai fungsi di dalam tubuh. Sebagian dari fungsi tersebut adalah membantu mengatur suhu tubuh, menjadi media pembuangan zat sisa metabolisme tubuh, hingga menjadi media transportasi nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh.

Umumnya, sekitar 20 persen kebutuhan air harian akan diperoleh dari makanan, khususnya buah dan sayur. Sedangkan sekitar 80 persennya didapatkan dari minuman. Air putih atau air mineral merupakan sumber airan yang terbaik untuk anak-anak.

"Karena tidak mengandung gula dan kalori," ungkap dr Cahyani.

Akan tetapi, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak lebih menyukai cairan yang berwarna atau memiliki rasa. Beberapa contohnya adalah susu manis dan minuman bergula.

Minuman yang berwarna dan bergula tentu tak boleh dikonsumsi secara berlebihan karena mengandung kalori dan gula. Bila mengacu pada penelitian, tambahan gula pada minuman anak merupakan salah satu penyebab terjadinya berat badan berlebih, obesitas, dan penyakit kronis ketika anak memasuki usia dewasa.

"Penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit ginjal kronis," kata dr Cahyani.

Bila anak tak menyukai air putih, dr Cahyani mengatakan ada beberapa trik yang bisa dilakukan oleh orang tua agar kebutuhan cairan harian anak tetap terpenuhi secara sehat. Berikut ini adalah trik-trik tersebut:

1. Menaruh potongan buah segar ke dalam air putih sebagai penambah rasa.

2. Memilih susu sapi atau susu kedelai dengan rasa plain atau tawar.

3. Air kelapa tanpa pemanis.

4. Jus buah tanpa tambahan susu ataupun gula.

Selain menerapkan trik-trik ini, dr Cahyani juga mengimbau agar orang tua membatasi konsumsi produk minuman manis dan berwarna pada anak. Beberapa contohnya adalah soda, susu manis, jus buah bergula, serta minuman berkafein.

"Produk minuman ini mengandung tambahan kalori kosong," kata dr Cahyani.

Kalori kosong, kata dr Cahyani, merupakan kalori yang tak disertai dengan nilai nutrisi. Asupan kalori kosong juga bisa memperberat kerja ginjal, terutama pada anak balita.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA