Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Perubahan Gaya Berjalan-Masalah Keseimbangan Tunjukkan Ciri Anda Alami Demensia

Jumat 07 Oct 2022 02:19 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Jalan kaki (Ilustrasi). Perubahan gaya berjalan dapat menjadi prediktor demensia.

Jalan kaki (Ilustrasi). Perubahan gaya berjalan dapat menjadi prediktor demensia.

Foto: Pexels
Perubahan gaya atau cara berjalan dapat menjadi gejala awal demensia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Studi baru menemukan perubahan keseimbangan seseorang atau gaya berjalan dapat mengungkapkan banyak hal tentang status kognitifnya. Menurut WebMD, gejala dapat muncul secara berbeda untuk setiap kasus demensia, tetapi terkadang perubahan fisik terkadang muncul sebelum kehilangan ingatan.

Mengutip sebuah penelitian, badan kesehatan tersebut menjelaskan orang yang berjalan lambat atau memiliki keseimbangan yang jelek lebih mungkin didiagnosis menderita penyakit Alzheimer dalam enam tahun berikutnya. Perubahan ini merupakan indikasi bahwa sel-sel di otak dan komunikasi saraf memburuk secara perlahan.

Baca Juga

Kesulitan melihat dan memproses informasi tentang lingkungan fisik kemungkinan besar berkontribusi pada masalah keseimbangan. Meskipun biasanya merupakan tanda demensia tahap akhir, kehilangan keseimbangan dapat dikaitkan dengan demensia vaskular tahap awal dalam beberapa kasus.

"Pada tahap awal atau bahkan sebelum gejala demensia lainnya berkembang, kehilangan keseimbangan saat berdiri atau berjalan dapat mengindikasikan peningkatan potensi untuk mengembangkan Alzheimer," kata Dementia Care Central.

Menurut Dementia Care Central, kondisi tersebut juga bisa menjadi pertanda baik bahwa orang yang Anda cintai menderita semacam demensia selain Alzheimer. Kemunduran ini akan berlanjut hingga demensia tahap akhir, yang pada akhirnya memengaruhi kemampuan pasien untuk berjalan tanpa kendala atau memproses informasi tentang lingkungan fisik mereka.

Cerebellum, yang terletak di dekat dasar tengkorak adalah bagian dari otak yang mengontrol gerakan tubuh. Penyakit yang memengaruhi bagian otak ini, seperti demensia, lebih mungkin mengimbas keseimbangan lebih awal.

"Demensia vaskular, misalnya, berbeda dengan penyakit Alzheimer karena penyakit ini disebabkan oleh kurangnya aliran darah yang membawa oksigen ke otak kecil," kata Dementia Care Central, seperti dilansir laman Express, Kamis (6/10/2022).

Beberapa orang dengan demensia vaskular benar-benar akan mengalami seperti vertigo sebelum mereka mengalami masalah dengan kemampuan berpikir dan memori. Kehilangan keseimbangan merupakan ciri dari demensia stadium akhir, dan pasien terkadang akan menyesuaikan diri dengan mengubah gaya berjalan mereka atau cara mereka berjalan.

Penyesuaian ini kerap melibatkan menyeret kaki, bukannya mengangkat setiap kaki untuk membuat langkah, hingga lebih mungkin membuat jatuh. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of The American Geriatrics Society pada tahun 2016 bahkan menunjukkan bahwa tanda-tanda pusing dan kehilangan keseimbangan di awal kehidupan bisa berarti seseorang lebih mungkin terkena Alzheimer seiring bertambahnya usia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA