Kamis 06 Oct 2022 18:34 WIB

2 Alat Ukur yang Bisa Dijadikan Penanda Matinya Hati Seseorang

Tanda matinya hati seseorang bisa dilihat dari efek maksiat yang dilakukan

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi beribadah menyesal dari maksiat. Tanda matinya hati seseorang bisa dilihat dari efek maksiat yang dilakukan
Foto: Antara//Adeng Bustomi
Ilustrasi beribadah menyesal dari maksiat. Tanda matinya hati seseorang bisa dilihat dari efek maksiat yang dilakukan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam menjelaskan tentang tanda kematian hati. 

Salah satu tanda kematian hati adalah tidak bersedih ketika melewatkan kesempatan untuk melakukan ketaatan atau ibadah kepada Allah SWT. Serta tidak menyesal saat melakukan maksiat. 

Baca Juga

مِنْ عَلاَمَاتِ مَوْتِ الْقَلْبِ عَدَمُ الْحُزْنِ عَلَى مَا فَاتَكَ مِنَ الْمُوَافِقَاتِ وَتَرْكُ النَّدْمِ عَلَى مَا فَعَلْتَهُ مِنْ وُجُوْدِ الزَّلاَتِ 

"Di antara tanda kematian hati adalah engkau tidak bersedih ketika melewatkan ketaatan dan tidak menyesal ketika melakukan kemaksiatan." (Syekh Athaillah, Al-Hikam)

Penyusun dan Penerjemah Al-Hikam, D A Pakih Sati Lc dalam buku Kitab Al-Hikam dan Penjelasannya yang diterbitkan penerbit Noktah tahun 2017 menjelaskan maksud Syekh Athaillah terkait tanda hati yang mati. 

Di antara tanda hati yang mati adalah tidak bersedih ketika melewatkan momen-momen ketaatan yang diberikan Allah SWT. Contohnya, ketika seseorang diberikan waktu untuk me¬ngerjakan sholat tapi seseorang melewatkannya begitu saja tanpa rasa sedih. 

Contoh lainnya, ketika seseorang diberi kesempatan bersedekah atau berzakat, dia membiarkan kesempatan bersedekah dan berzakat terlewat. 

Ketika seseorang diberi kesempatan menunaikan haji tapi melalaikannya. Masih banyak lagi contoh iba¬dah yang dilewatkan, padahal keempatan beribadah itu sudah ada di depan mata. 

Kematian hati yang dimaksud adalah tidak adanya rasa cinta kepada-Nya, rasa rindu menghampiri-Nya, dan tidak ada keinginan selalu bermunajat kepada-Nya. 

Baca juga: Mualaf Sujiman, Pembenci Adzan dan Muslim yang Diperlihatkan Alam Kematian 

Jika ini dibiarkan maka akan mencapai tingkat kronis, yang membuat seseorang tidak sensitif lagi dengan kemaksiatan dan ketaatan. 

Jika hati sudah mati maka seseorang tidak akan menyesal ketika berzina atau mencuri atau membunuh atau perbuatan maksiat lainnya. 

Ini tanda hati yang sudah mati, dan tidak ada lagi cahaya keimanan. Keadaan seperti ini merupakan tanda bahwa seseorang berada di jurang kekufuran. 

Selamatkanlah diri kalian segera, yaitu dengan menjalankan ketaatan kepada¬-Nya.      

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement