Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Pemkot Jaktim Bangun Enam Saluran Penghubung Cegah Banjir

Kamis 06 Oct 2022 18:09 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Pekerja mengoperasikan alat berat untuk memeriksa proyek pembangunan sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) di Jakarta. Pemkot Jaktim membangun enam saluran penghubung untuk mencegah banjir.

Pekerja mengoperasikan alat berat untuk memeriksa proyek pembangunan sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) di Jakarta. Pemkot Jaktim membangun enam saluran penghubung untuk mencegah banjir.

Foto: ANTARA/Reno Esnir
Pemkot Jaktim membangun enam saluran penghubung untuk mencegah banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) membangun enam saluran penghubung sebagai langkah antisipasi dan pencegahan banjir saat hujan deras melanda wilayahnya.

Sekretaris Kota Jakarta Timur, Fredy Setiawan, mengatakan pembangunan saluran penghubung berikut kelengkapannya merupakan bagian dari program e-katalog tahap IV dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Jakarta Timur.

Baca Juga

"Saluran ini harus segera dikerjakan, kalau tidak diinformasikan dari awal, nanti terhambat juga pekerjaannya," kata Fredy Setiawan di Jakarta, Kamis (6/10/2022).

Fredy menambahkan enam lokasi pembangunan saluran penghubung itu berada di Jalan Makmur Kelurahan Munjul yang menuju Waduk Munjul dan Jalan Munjul Kelurahan Munjul.

Selanjutnya, di Jalan Komplek Militer Mabes TNI Kelurahan Cilangkap, Jalan Waru Kelurahan Cilangkap, Jalan Persatuan II Kelurahan Kelapa Dua Wetan, dan Jalan Malak Hijau VIII, Kelurahan Pondok Kopi.

"Kita sudah panggil lurah, camat, dan UKPD (Unit Kerja Perangkat Daerah) terkait agar segera kita lakukan rapat koordinasi di masing-masing titik, sehingga Selasa depan kita bisa langsung aksi," ujar Fredy.

Kepala Suku Dinas SDA Kota Jakarta Timur, Wawan Kurniawan, menjelaskan pembangunan saluran tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2022.

Dia menyebut saluran itu dibangun untuk menghubungkan dengan waduk atau embung yang ada di setiap wilayah, guna mengalirkan air dengan baik, sehingga dapat mengantisipasi terjadinya genangan atau banjir saat hujan.

"Maka kita upayakan semua, di Timur ini kan banyak danau atau embung, memang arahnya menuju ke embung itu untuk inlet dan outlet," ucap Wawan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA