Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Ribuan Nelayan di Indramayu Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Kamis 06 Oct 2022 17:31 WIB

Rep: lilis sri handayani/ Red: Hiru Muhammad

Ribuan nelayan di Kabupaten Indramayu hingga kini belum terlindungi asuransi ketenagakerjaan. Pemkab Indramayu pun secara bertahap membiayai kepesertaan para nelayan kecil agar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.   Tampak nelayan melakukan pengisian BBM jenis solar subsidi di SPBN Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (7/9/2022). Pemerintah memberikan kemudahan akses BBM nelayan dengan menyediakan 2,2 juta kilo liter BBM Subsidi bagi nelayan kecil.

Ribuan nelayan di Kabupaten Indramayu hingga kini belum terlindungi asuransi ketenagakerjaan. Pemkab Indramayu pun secara bertahap membiayai kepesertaan para nelayan kecil agar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Tampak nelayan melakukan pengisian BBM jenis solar subsidi di SPBN Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (7/9/2022). Pemerintah memberikan kemudahan akses BBM nelayan dengan menyediakan 2,2 juta kilo liter BBM Subsidi bagi nelayan kecil.

Foto: ANTARA/Dedhez Anggara
Bupati meluncurkan program perlindungan bagi nelayan kecil

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Ribuan nelayan di Kabupaten Indramayu hingga kini belum terlindungi asuransi ketenagakerjaan. Pemkab Indramayu pun secara bertahap membiayai kepesertaan para nelayan kecil agar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi, mengatakan, dari 41.654 nelayan di Kabupaten Indramayu, yang telah terlindungi asuransi baru 25.668 nelayan.  ‘’Sayangnya, dari jumlah nelayan yang memiliki premi asuransi itu, banyak yang sudah tidak aktif lagi atau berhenti. Data yang masih aktif di BPJS hanya tersisa 8.754 orang,’’ kata Edi, Kamis (6/10/2022).

Baca Juga

Untuk itu, Bupati Indramayu, Nina Agustina, meluncurkan program perlindungan bagi nelayan kecil. Dalam program itu, Pemkab Indramayu membiayai premi BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan kecil, dengan premi selama setahun pertama dibiayai dari APBD Kabupaten Indramayu.

Peluncuran program perlindungan bagi nelayan kecil itu dilakukan saat pembukaan Indramayu Expo 2022 pada Senin (3/10/2022) malam. Dalam peluncuran itu, Pemkab Indramayu membiayai kepesertaan 495 nelayan dalam BPJS Ketenagakerjaan. ‘’Tahun ini memang baru bisa (membiayai) 495 orang nelayan (menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan). Insya Allah tahun depan juga diupayakan ada,’’ kata Edi.

Khusus untuk perlindungan nelayan kecil, atau nelayan yang kapalnya dibawah 10 gross ton (GT), nantinya akan diupayakan untuk di-cover pembayaran premi BPJS Ketenagakerjaannya oleh pemerintah daerah melalui APBD secara bertahap.

Edi menyebutkan, dari total sekitar 41 ribu nelayan di Kabupaten Indramayu, jumlah nelayan kecil mencapai 70 persen dari jumlah tersebut. Edi mengakui, premi asuransi ketenagakerjaan yang dibiayai APBD Kabupaten Indramayu memang hanya untuk tahun pertama. Selanjutnya, para nelayan diharapkan bisa memperpanjangnya secara mandiri.

‘’Kami mendorong, mengawali, agar nelayan bisa punya perlindungan karena risiko pekerjaan yang mereka hadapi di laut sangat besar,’’ tukas Edi.

Edi mengaku prihatin dengan kondisi nelayan yang berjuang di tengah laut untuk mencari ikan. Tak hanya berjuang demi keluarga, nelayan juga berkontribusi besar dalam mendukung ketahanan pangan khususnya protein.‘’Jadi harus ada perlindungan,’’ cetus Edi.

Edi berharap, kedepan semua nelayan di Kabupaten Indramayu dapat melindungi diri dan keluarganya melalui jaminan asuransi ketenagakerjaan. Tak hanya melalui program pemerintah, diharapkan juga ada kepedulian dari CSR dunia usaha/perusahaan maupun secara swadaya.

Bupati Indramayu, Nina Agustina, mengatakan, pemberian asuransi secara gratis kepada nelayam itu merupakan komitmen Pemkab Indramayu dalam memproteksi masyarakat yang bekerja di sektor informal. ‘’Sudah waktunya masyarakat Indramayu, khususnya pekerja sektor informal, mendapatkan jaminan dan perlindungan dalam melakukan aktivitas pekerjaannya,’’ tukas Nina.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS ketenagakerjaan Cabang Indramayu, Agus Pandu Indra Putra, mengapresiasi langkah Bupati Indramayu, Nina Agustina, yang telah berperan aktif melindungi warganya yang bekerja di sektor kelautan sebagai nelayan. ‘’Terima kasih kepada Ibu Bupati yang telah memberikan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada 495 nelayan selama satu tahun,’’ kata Agus.

Adapun perlindungan yang diberikan kepada para nelayan itu mencakup dua program. Yakni, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Sedangkan ruang lingkup perlindungan atas kecelakaan kerja yang terjadi pada peserta BPJS Ketenagakerjaan meliputi perlindungan atas risiko kecelakaan, yang terjadi mulai saat berangkat bekerja, di lokasi bekerja, hingga kembali lagi ke rumah. Selain itu juga perlindungan terhadap penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan tersebut. 

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA