Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

Tim PPK Ormawa Universitas BSI Gelar Sosialisasi Pelatihan Crafting Sampah

Kamis 06 Oct 2022 12:20 WIB

Red: Gita Amanda

Tim Program Peningkatan Kapasitas (PPK) Organisasi Mahasiswa (ormawa) Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) sukses mengadakan sosialisasi crafting sampah di kelurahan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (23/9/2022) lalu.

Tim Program Peningkatan Kapasitas (PPK) Organisasi Mahasiswa (ormawa) Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) sukses mengadakan sosialisasi crafting sampah di kelurahan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (23/9/2022) lalu.

Foto: Universitas Bina Sarana Informatika
Crafting sampah mengubah sampah menjadi barang yang bernilai seni dan ekonomis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Program Peningkatan Kapasitas (PPK) Organisasi Mahasiswa (ormawa) Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) sukses mengadakan sosialisasi crafting sampah di kelurahan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (23/9/2022) lalu.

Fadhil selaku ketua panitia PPK Ormawa Universitas BSI menjelaskan bahwa crafting sampah merupakan salah satu program pendukung yang diusung, sebagai metode pengolahan sampah yang digunakan untuk mengubah sampah menjadi barang yang bernilai seni dan ekonomis. Universitas BSI sebagai Kampus Digital Kreatif berupaya membina masyarakat untuk lebih kreatif terhadap barang-barang tidak terpakai di sekitarnya supaya memiliki nilai tepat guna dan bermanfaat.

Baca Juga

“Kegiatan sosialisasi crafting sampah ini dilakukan kepada komunitas Madam RT 10 di Kawasan RW 02, kelurahan Bambu Apus. Crafting sampah menghasilkan beberapa jenis seperti buket bunga. Melalui kegiatan ini, kita mengajak para ibu rumah tangga untuk mengolah sampah sehingga dapat mengurangi limbah sampah plastik ataupun kertas,” ujar Fadhil dalam keterangan rilis, Kamis (6/10/2022).

Lanjutnya, antusias ibu rumah tangga dalam mempraktekan crafting sampah, membuat pelatihan ini akan terus dilaksanakan sehingga masyarakat bisa terus memberdayakan sampah menjadi nilai seni yang dapat di jual kembali.

Sementara itu, Hani selaku peserta sosialisasi crafting sampah menanggapi bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengisi waktu luang ibu rumah tangga. Apalagi sampah juga menjadi persoalan yang tidak habisnya di negeri ini.

“Melalui sosialisasi ini, kita harus memilah sampah berdasarkan kategori dan mengumpulkannnya agar bisa menjadi berbagai produk kerajinan. Sosialisasi ini juga mengajarkan kita bagaimana membuat buket bunga yang tentunya selain bernilai seni juga dapat menghasilkan pundi-pundi uang,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA