Rabu 05 Oct 2022 23:37 WIB

Hadapi Resesi, Ridwan Kamil Minta Kepala Daerah Gelar Karpet Merah ke Investor

Untuk mengundang investasi, harus rajin berkomunikasi.

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad
Indonesia termasuk Jabar harus melakukan ancang-ancang menghadapi resesi global. Menurut Gubernur Ridwan Kamil, Jabar harus ancang-ancang dari sekarang. Ia pun meminta pada kepala daerah di Jabar untuk memberi karpet merah pada investor.
Foto: a
Indonesia termasuk Jabar harus melakukan ancang-ancang menghadapi resesi global. Menurut Gubernur Ridwan Kamil, Jabar harus ancang-ancang dari sekarang. Ia pun meminta pada kepala daerah di Jabar untuk memberi karpet merah pada investor.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG---Indonesia termasuk Jabar harus melakukan ancang-ancang menghadapi resesi global. Menurut Gubernur Ridwan Kamil, Jabar harus ancang-ancang dari sekarang. Ia pun meminta pada kepala daerah di Jabar untuk memberi karpet merah pada investor.

"Kita harus ancang-ancang dari sekarang ekonomi kan ada 4 ukurannya," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, di pembukaan West Java Investment Summit (WJIS) 2022 di Trans Luxury Hotel, Rabu (5/10/2022).

Baca Juga

Emil menjelaskan, ukuran ekonomi adalah investasi, ekspor, daya beli masyarakat. Belajar dari pemerintahan,  daerah-daerah ini harus paham bahwa seperempat dari kekuatan ekonomi yang menjaga ekonomi kita ini adalah investasi. "Tolong dari sekarang beri karpet merah layani investor dengan baik dan sebagainya," katanya.

Karena, kata Emil, satu triliun uang masuk kurang lebih sama dengan seribuan lapangan pekerjaan. "Jadi kalau walikota bupatinya rajin cari investor itu ya kayak tadi Sumedang mendatangkan Rp 4 triliun tahun kemarin kalau tidak salah. Berarti kan dia 4000-an keluarganya dapat pekerjaan," tegasnya.

Untuk mengundang investasi, kata Emil, kita harus rajin berkomunikasi. Bentuk komunikasinya adalah memaparkan apa-apa yang menjadi kekuatan Jawa Barat. Karena sektor ekonomi banyak setiap tahun maka ada emanya.

"Tema tahun ini fokus pada food security dan energi karena Pak presiden sudah mengarahkan ke saya untuk mencari solusi terhadap potensi krisis pangan dan krisis energi. Nah inilah jawaban-jawaban kita menawarkan kedatangan teknologi kedatangan investasi kapital untuk membangun Jawa Barat di dua sektor tadi," paparnya.

Emil mengatakan, total nilai proyek yang ditawarkan di WJIS tahun ini Rp 59 triliun. Ia berharapa, proyek Rp 59 triliun ini bisa disambut di luar negeri. Sekaligus, menandakan momen ini sangat ditunggu-tunggu.

"Ya kita juga memamerkan kehebatan-kehebatan inovasi pangan di Jawa Barat salah satunya teh yang mempunyai inovasi-inovasi yang luar biasa termahal di Indonesia ternyata dari ini. Nah harapan saya ini membawa konsistensi investasi di Jawa Barat jadi sudah 5 tahun berturut-turut Jawa Barat ranking 1 dalam jumlah investasi," paparnya.

Tahun lalu, kata dia, investasi Jabar capai Rp 136 triliun. Hingga hari ini, baru setengah tahun satu semester sudah Rp 83 triliun. "Dan sudah melebihi target ya. Sehingga diharapkan covid nanti akan dideklarasikan selesai dalam waktu dekat ya udah fokusnya ke ekonomi yang membawa lapangan pekerjaan meningkatkan daya beli dan menguatkan apa yang ada di Jawa Barat," katanya.

Kemudian, kata dia, kekuatan energi terbarukan dari matahari dari energi panas bumi dari angin, air dan lain sebagainya. Ia pun mengucapkan, terima kasih ke Bank Indonesia perwakilan Jawa Barat yang selalu menjadi mitra. "Saya titip nanti siapapun kita di jabatan Gubernur ataupun kepala BI gagasan investasi itu akan terus menjadi tradisi yang sangat baik," katanya.

Emil menjelaskan, investor yang hadir dari seluruh pelosok dan seluruh benua. Yakni, ada dari Eropa, Cina, Tiongkok dari Taiwan juga dari berbagai belahan lainnya. Yang menarik, Jawa Barat bagaimanapun tetap selalu menjadi incaran incaran setidaknya selalu melihat etalase best Java investment dari waktu ke waktu mulai dari 2019. "Karena tamu- tamu itu mengalir terus ya. Ada dari Itali, Swedia, Singapura dari Abu Dhabi, Timur tengah dari Inggris dari Australia," katanya.

Sementara menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Herawanto, ekonomi global sekarang sebenarnya sedang dalam kondisi yang memprihatinkan. Namun, animo dari investor atau calon investor global dan domestik terhadap Jawa Barat tetap tinggi. "Itu menandakan bahwa di sini memang ada sesuatu yang lebih membutuhkan," katanya.

Fokus dorongan investasi pada WJIS 2022, kata dia, yakni food security dan renewable energy, merupakan langkah Jawa Barat dalam menjawab tantangan global yang berdampak pada peningkatan harga pangan dan energi. 

Menurutnya, untuk semakin melengkapi peran WJIS dalam mendorong ketahanan pangan melalui sisi demand kepada para petani teh dengan mendorong kembali budaya ngeteh Nusantara. Yakni, dengan menggelar pararel session bertajuk Java Tea Experience (JTE) 2022. 

"Gelaran JTE 2022 tersebut sangat penting, mengingat teh juga merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan yang memiliki peran penting pada perekonomian Indonesia," katanya. 

JTE, kata dia, akan menghadirkan cerita dan rasa dari teh yang berasal dari berbagai penjuru Pulau Jawa, seiring Jawa yang memiliki peran penting sebagai pulau penghasil teh terbesar di Indonesia dengan pangsa produksi 82,5 persen, di mana Jawa Barat merupakan provinsi produsen terbesar teh dengan pangsa 69,15 persen dari teh nasional. Berlokasi di Foyer Trans Convention Centre Bandung, JTE akan menghadirkan 28  pelaku usaha teh dari hulu hingga hilir. Yakni, meliputi pelaku perkebunan teh, industri pengolahan teh serta artisan tea unggulan di Pulau Jawa, sejalan dengan tagline “The Great Taste of Java Tea”. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement