Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Taat Kepada Pemimpin Dzalim Ketika Perintahkan Kebenaran

Rabu 05 Oct 2022 22:37 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

 Taat Kepada Pemimpin Dzalim Ketika Perintahkan Kebenaran. Foto: Pemimpin yang dzalim. (ilustrasi)

Taat Kepada Pemimpin Dzalim Ketika Perintahkan Kebenaran. Foto: Pemimpin yang dzalim. (ilustrasi)

Foto: republika
Jangan taati pemimpin ketika perintahkan kebatilan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Orang yang beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya patut taat kepada imam (pemimpinnya) masing-masing. Syaikh Al- Izz bin Abdus Salam dalam kitabnya "Syajaratul Ma'rif' mengatakan, setiap orang yang beriman harus taat kepada imam yang zalim, ketika dia memerintahkan kebenaran.

Rasulullah SAW bersabda, "Akan ada beberapa khalifah dan jumlah kalian akan banyak! "Para sahabat berkata," lalu apa yang engkau perintahkan pada kami "Beliau berkata," komitmenlah dengan orang yang kalian baiat pertama kali dan berikan hak-hak mereka karena sesungguhnya Allah akan menanyakan pada mereka tentang apa yang mereka impian." (HR. Bukhari 3433 dan Muslim 1842). 

Baca Juga

Rasulullah SAW juga bersabda, "Sesungguhnya akan ada setelahku kecintaan pada dunia dan perkara-perkara yang kalian benci." Para sahabat berkata "Wahai Rasulullah lalu apa yang engkau perintahkan pada orang yang mengalami masa itu di antara kami? Beliau menjawab" tunaikan hak yang dibebankan pada kalian dan Mintalah yang menjadi hak kalian kepada Allah." (HR. Al-Bukhari 3603 dan Muslim 1843 dari Yazid bin Wahab RA).

Rasulullah SAW bersabda kepada Khudzaifah:

"Akan ada setelahku pemimpin-pemimpin yang tidak mengambil petunjukku dan tidak berjalan sesuai dengan sunnahku. Dan akan ada di tengah-tengah mereka pemimpin-pemimpin yang hatinya berhati setan yang bersarang di tubuh manusia. Khudzaifah bertanya, "Bagaimana aku harus berbuat jika aku dapatkan zaman semacam itu? Rasulullah bersabda," Hendaknya engkau mendengar dan mentaati, walaupun punggungmu dipukul dan hartamu diambil, dengarkan dan taati." (HR. Muslim 1847 dari Khudzaifah bin Al Yaman).

Salman bin Al Jufri ra berkata, "Wahai nabi Allah Bagaimana pendapatmu jika ada di tengah-tengah kami para pemimpin yang menuntut hak mereka atas kami namun menghalangi hak kami atas mereka?" Rasulullah bersabda kau umat "Dengarkanlah dan taatilah, karena sesungguhnya kalian bertanggung jawab atas apa yang dibebankan kepada kalian dan mereka bertanggung jawab atas apa yang dibebankan kepada mereka." (Hadist semisal ini diriwayatkan oleh Muslim pada hadits nomor 1848 dari wasil Al-Hadrami).

Syaikh Al- Izz bin Abdus Salam dalam kitabnya "Syajaratul Ma'rif' mengatakan, jika seorang pemimpin memerintahkan kalian maka responslah dia. Sebab dengan demikian berarti kalian telah taat terhadap Tuhanmu dan bukan berarti taat pada orang yang memanggilmu. 

"Sebab tidak ada hukum kecuali hukum Allah dan tidak ada perintah kecuali perintahnya," katanya. 

Namun, jika dia mengajakmu untuk melakukan perbuatan yang melanggar perintah Tuhanmu, Jika dia tidak menekanmu untuk melakukan itu maka tidak ada kewajiban untuk mendengarkan dan mentaatinya. Jika dia memaksamu untuk melakukan itu, maka jika itu merupakan sesuatu yang tidak dibolehkan untuk dipaksakan seperti zina, membunuh, homoseksual maka tidak ada kewajiban untuk mendengarkan dan mentaatinya.

Jika masih merupakan sesuatu yang dibolehkan maka tidak ada salahnya untuk memenuhi apa yang diperintahkan. Jika kamu benci terhadap apa yang dilakukan dan kamu tidak mampu mengingkarinya maka kamu akan dapat pahala atas kebencianmu terhadap perbuatannya itu, dan karena kebencianmu itu lahir akibat pengagunganmu kepada Allah dan kehormatan terhadap perintah-Nya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA