Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Ryan Coogler Hampir Berhenti Jadi Sutradara Setelah Chadwick Boseman Meninggal

Rabu 05 Oct 2022 12:12 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Reiny Dwinanda

Sutradara Ryan Coogler (kiri) berpose bersama mendiang aktor Chadwick Boseman saat premiere Black Panther di Hammersmith Apollo, London, Inggris 8 February 2018. Coogler menjadi korban salah tangkap karena teller menyangkanya akan merampok bank.

Sutradara Ryan Coogler (kiri) berpose bersama mendiang aktor Chadwick Boseman saat premiere Black Panther di Hammersmith Apollo, London, Inggris 8 February 2018. Coogler menjadi korban salah tangkap karena teller menyangkanya akan merampok bank.

Foto: EPA-EFE/WILL OLIVER
Ryan Coogler merupakan sutradara 'Black Panther', film mendiang Chadwick Boseman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara Ryan Coogler hampir meninggalkan karier penyutradaraannya setelah kematian aktor Chadwick Boseman. Saat memimpin sekuel Marvel Cinematic Universe (MCU) Black Panther: Wakanda Forever, pembuat film berusia 36 tahun itu mengaku bahwa ia pernah mempertimbangkan untuk meninggalkan industri film selamanya.

"Saya berada pada titik, 'Saya akan meninggalkan bisnis ini'. Saya tidak tahu apakah saya bisa membuat film lagi, (apalagi) film Black Panther, karena itu sangat menyakitkan. Saya seperti, 'Ya ampun, bagaimana saya bisa membuka diri untuk perasaan seperti ini lagi?',” kata Ryan kepada Entertainment Weekly.

Baca Juga

Ryan mengaku mempelajari banyak hal dari percakapannya dengan Chadwick, dan sampai akhirnya ia menyadari bahwa itu adalah akhir dari hidup sang aktor. Namun, ia memutuskan hal yang lebih masuk akal, yakni untuk tetap melanjutkan Black Panther.

Ryan menjelaskan bahwa dia akhirnya memutuskan untuk mengarahkan sekuel Black Panther karena itu terasa "benar" baginya. Dia menganggap Black Panther sebagai kualitas yang paling penting dalam hal karier pembuatan filmnya.

"Adalah tugas saya sebagai pembuat film untuk melakukan hal-hal yang memiliki integritas pribadi. Jika saya tidak percaya dengan apa yang saya lakukan, saya akan kesulitan membuat orang lain melakukan pekerjaan terbaik mereka. Agar mereka dapat melakukan pekerjaan terbaik mereka, mereka harus mempercayai kisahnya," kata Ryan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA