Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

MUI Jatim Dorong Ulama Berperan Benahi Sepak Bola Indonesia

Rabu 05 Oct 2022 08:46 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah

Sejumlah suporter klub sepak bola berkumpul saat doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruha di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa (4/10/2022). Acara yang dihadiri oleh ribuan suporter dari PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persiba Bantul, dan Persis Solo itu sebagai bentuk solidaritas atas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang yang merenggut banyak korban. MUI Jatim Dorong Ulama Berperan Benahi Sepak Bola Indonesia

Sejumlah suporter klub sepak bola berkumpul saat doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruha di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa (4/10/2022). Acara yang dihadiri oleh ribuan suporter dari PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persiba Bantul, dan Persis Solo itu sebagai bentuk solidaritas atas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang yang merenggut banyak korban. MUI Jatim Dorong Ulama Berperan Benahi Sepak Bola Indonesia

Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Ulama harus masuk ke dunia sepak bola untuk memberi kedamaian dan pencerahan rohani.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Ustadz Fauzi Palestin mengatakan para ulama sudah seharusnya hadir di berbagai lini, tidak sekadar melakukan istighatsah, dan tabligh akbar. Dia mendorong agar ulama ikut beperan membenahi masalah sepak bola di Indonesia, khususnya setelah adanya tragedi Kanjuruhan yang menelan banyak korban. 

Dia mengatakan, para ulama harus ikut menyinari dunia sepak bola Indonesia dengan nilai-nilai agama, sehingga kedepannya tidak menimbulkan korban lagi. 

Baca Juga

"Ulama itu sebagai sirajul alam atau lampu dunia. Semua lini harus tersinari oleh ulama. Tentu dengan ilmu agama. Dan dalam agama, sudah jelas menjaga jiwa atau hifdzun nafs itu hal utama dalam maqashid syariah," ujar Ustadz Fauzi kepada Republika.co.id, Rabu (5/10/2022). 

Dia menuturkan, sepak bola selama ini sudah sering menimbulkan kerusuhan hingga jatuh korban. Karena itu, menurut dia, para ulama harus dilibatkan untuk merumuskan sepak bola di Tanah Air. 

"Di antara yang sering terjadi kerusuhan bahkan sampai ada korban jiwa adalah sepak bola. Maka, sepak bola tidak hanya diatur oleh undang-undang dan organisasi semacam PSSI, tapi peran para ulama juga perlu dalam merumuskan sepak bola dam segala yang terkait agar tidak sampai mengorbankan jiwa seperti saat ini," jelas dia.

Ustadz Fauzi berpandangan ulama harus masuk ke dunia sepak bola untuk memberikan kedamaian dan pencerahan secara rohani bagi masyarakat. "Sehingga mereka suka sepak bola tapi terkontrol, tidak sampai menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan. Karena, yang tahu tentang kemanusiaan, tentang kedamaian secara utuh itu kan pemuka agama, ulama, dan didorong oleh pemerintah," kata Ustadz Fauzi.

Dia menambahkan, Indonesia adalah negara berpenduduk mayoritas Islam sehingga nilai-nilai agama juga perlu dimasukkan dalam dunia sepak bola. "Sebagai negara dengan mayoritas beragama islam, sangat tepat jika ruh agama masuk dalam tatanan nilai diberbagai segmen, termasuk sepak bola," ucap ulama muda Jatim ini.

Tragedi Kanjuruhan Malang telah menimbulkan duka yang mendalam bagi para pendukung Arema FC. Ratusan Aremania dinyatakan meninggal akibat insiden tersebut. Selain itu, juga dilaporkan ada sejumlah Aremania mengalami luka berat, ringan, dan sedang

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA