Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Betulkah Makan Cabai Bisa Lipat Gandakan Risiko Demensia?

Rabu 05 Oct 2022 07:29 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Cabai. Dalam beberapa penelitian, kandungan capsaicin pada cabai ditemukan menjadi penyebab kematian neuron.

Cabai. Dalam beberapa penelitian, kandungan capsaicin pada cabai ditemukan menjadi penyebab kematian neuron.

Foto: Pixabay
Apakah perlu mengurangi takaran cabai dalam konsumsi harian?

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Usia bukan satu-satunya faktor pendorong penurunan kognitif. Penelitian juga mengaitkan cabai dengan risiko demensia yang lebih tinggi, kondisi yang mengganggu pikiran yang diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat pada 2050 seiring dengan bertambahnya populasi dunia.

Cabai mengandung capsaicin, bahan utama yang memberikan rasa pedas. Bahan kimia ini juga dikaitkan dengan penurunan kognitif.

Baca Juga

Ahli gizi Rory Batt mengatakan beberapa penelitian mengungkap bahwa capsaicin dapat menyebabkan kematian sel (neuronal). Itu dimungkinkan melalui fenomena yang dikenal sebagai excitotoxicity.

“Pada dasarnya, capsaicin dosis sangat tinggi dapat menyebabkan pelepasan kalsium seluler yang berlebihan dan berkepanjangan melalui pengaktifan reseptor yang disebut TRPV1, yang memulai serangkaian peristiwa yang akhirnya menyebabkan kematian sel. Ini dikenal sebagai eksitotoksisitas," jelasnya, dikutip dari laman Express, Rabu (5/10/2022).

Untuk sampai pada temuan tersebut, asupan cabai peserta dinilai dengan catatan makanan tiga hari selama kunjungan rumah. Meskipun penelitian telah menempatkan bendera merah pada cabai, para peneliti juga mengingatkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menarik kesimpulan yang tegas.

Ahli gizi menjelaskan bahwa konsumsi moderat dari bahan pedas memiliki efek netral pada kognisi. Terlebih lagi, mengonsumsi antara satu hingga 20 gram sehari mungkin menawarkan beberapa manfaat.

"Sangat mungkin bahwa dosisnya membuat racun. Dikonsumsi sedikit akan bersifat protektif, tetapi terlalu banyak akan merusak," ujar Batt.

Jumlah yang tepat dari aktivasi TRPV1 dan pelepasan kalsium dari capsaicin sebenarnya bertanggung jawab atas banyak efek yang sangat menguntungkan. Akan tetapi, kalau terlalu banyak dapat menyebabkan kematian sel, excitotoxicity.

"Ada alasan bagus untuk percaya bahwa capsaicin baik untuk kesehatan kognitif (dalam dosis yang tepat)," kata Batt.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA