Saturday, 2 Jumadil Awwal 1444 / 26 November 2022

Atalanta Didenda Rp 181 Juta karena Nyanyian Diskriminatif Suporter

Rabu 05 Oct 2022 02:22 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Israr Itah

Rocco Commisso, pemilik Fiorentina yang jadi sasaran nyanyian rasis pendukung Atalanta.

Rocco Commisso, pemilik Fiorentina yang jadi sasaran nyanyian rasis pendukung Atalanta.

Foto: EPA-EFE/CLAUDIO GIOVANNINI
Penggemar Atalanta mengolok pemilik Fiorentina Rocco Commiso dengan nyanyian rasis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Atalanta telah didenda 12 ribu euro atau sekira Rp 181 juta setelah penggemar mereka mengarahkan nyanyian ofensif kepada pemilik Fiorentina, Rocco Commisso. 

Serie A mengatakan bahwa klub Italia utara itu telah didenda karena nyanyian yang mengolok-olok pria asal Italia selatan Commisso selama kemenangan 1-0 tim mereka atas Fiorentina pada Ahad (2/10/2022).

Baca Juga

Fiorentina menggambarkan nyanyian itu sebagai rasis dan tidak mungkin puas dengan denda karena mereka menuntut hukuman berat untuk kejadian memalukan tersebyt.

"Tidak hanya liga yang harus campur tangan tetapi juga CONI (Komite Olimpiade Italia) dan pemerintah," kata manajer umum Fiorentina Joe Barone dalam sebuah pernyataan dikutip dari RFI, Rabu (5/10/2022).

Commisso (72 tahun), lahir di Calabria, Italia, tetapi ketika masih anak-anak pindah ke New York City, di mana ia akhirnya menjadi warga negara Amerika dan tokoh media yang kaya.

Di Italia, nyanyian terhadap orang selatan, yang dikenal sebagai "diskriminasi teritorial", dianggap sama seriusnya dengan pelecehan rasial terhadap orang kulit hitam. Sebab, ada sejarah diskriminasi bagi penduduk asal selatan Italia yang identik dengan kemiskinan di daerah utara Italia yang lebih kaya seperti Bergamo tempat Atalanta berada.

Target paling umum untuk nyanyian ini adalah Napoli, klub terbesar dan paling dikenal di Italia selatan.

Pada Agustus, Fiorentina didenda 15 ribu euro karena nyanyian yang meminta Gunung Vesuvius meledak, yang sangat populer di kalangan penggemar sepak bola bahkan berakhir di layanan streaming musik Spotify.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA