Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Tak Dukung Deklarasi Capres NasDem, Novel Bamukmin: Takut Memecah Belah Umat

Rabu 05 Oct 2022 00:42 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pidato dalam acara Deklarasi Calon Predisen (capres) Partai Nasdem di Nasdem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pidato dalam acara Deklarasi Calon Predisen (capres) Partai Nasdem di Nasdem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022).

Foto: Prayogi/Republika
Ia meminta klarifikasi Surya Paloh soal kecurigaan NasDem berseberangan dengan ulama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Tokoh Front Pembela Islam (FPI) dan Koordinator Humas Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin menyatakan tidak mendukung deklarasi calon presiden (capres) Partai NasDem, Anies Baswedan. Ia mengutarakan sejumlah alasannya.

"Kami tidak mendukung deklarasi NasDem, takut memecah belah ummat," kata Novel Bamukmin yang juga Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), lewat keterangan tertulisnya, Selasa (4/10/2022).

Novel menyebut ia pernah melaporkan kader NasDem yaitu Viktor Laiskodat (kini Gubernur NTT) dengan dugaan penistaan terhadap agama Islam. "Kami dari Spirit 212 sampai dua kali mendemo Mabes Polri dan DPP Partai NasDem terkait masalah ini," ujarnya.

Selain itu, alasannya tidak mendukung deklarasi capres tersebut karena curiga NasDem diduga menjalin kerja sama dengan Partai Komunis Cina. Termasuk, kata Novel, jaringan medianya karena selalu memframing berita berita FPI dengan hal anarkis berulang-ulang.

Yang bikin kesal, menurut Novel adalah pemenjaraan 7 orang para petinggi FPI termasuk Habib Rizieq Syihab dalam perkara Perayaan Maulid dan kasus RS UMI. Novel juga menduga jika Jaksa Agung, Muhamad Prasetyo yang merupakan kader NasDem ikut terlibat dalam peristiwa pemenjaraan ulama. "Termasuk Habib Bahar Smith yang sudah beberapa kali tersangkut kriminalisasi.. Juga para ulama yg saat ini bersidang seperti KH Farid Okbah, Zein Annajah dan Hanung Alhamad dan habaib yang lainnya," ujar Novel.

Karena itu, Novel meminta klarifikasi Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh soal kerugiaan-kecurigaannya tersebut. Apalagi NasDem tiba-tiba mendeklarasikan Anis Baswedan. "Sehingga patut diduga ada agenda untuk mengadu domba dan memecah belah ummat Islam," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA