Selasa 04 Oct 2022 23:16 WIB

Rusia: 200 Ribu Orang Ikut Mobilisasi Militer

Semua pendatang baru dilatih di enam pusat dan 80 tempat pelatihan.

 FILE - Presiden Rusia Vladimir Putin memegang teropong saat menonton latihan militer Center-2019 di lapangan tembak Donguz dekat Orenburg, Rusia, pada 20 September 2019. Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan bahwa dia tidak akan ragu untuk menggunakan senjata nuklir untuk menangkal dari upaya Ukraina untuk merebut kembali kendali atas wilayah yang didudukinya yang akan diserap Moskow.
Foto: AP/Alexei Nikolsky/Pool Sputnik Kremlin
FILE - Presiden Rusia Vladimir Putin memegang teropong saat menonton latihan militer Center-2019 di lapangan tembak Donguz dekat Orenburg, Rusia, pada 20 September 2019. Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan bahwa dia tidak akan ragu untuk menggunakan senjata nuklir untuk menangkal dari upaya Ukraina untuk merebut kembali kendali atas wilayah yang didudukinya yang akan diserap Moskow.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu mengatakan lebih dari 200 ribu orang dilaporkan mengikuti mobilisasi militer. Berbicara pada pertemuan Kementerian Pertahanan di Ibu Kota Moskow, Selasa, Shoygu menginstruksikan para kepala militer untuk menyediakan pakaian, senjata, dan peralatan lain yang diperlukan bagi wajib militer.

Dia menginformasikan bahwa semua pendatang baru dilatih di enam pusat dan 80 tempat pelatihan. "Personel militer akan dikirim ke daerah pertempuran setelah pelatihan dan koordinasi tempur," kata Shoygu.

Baca Juga

Dia mengatakan bahwa unit baru akan dicampur dengan tentara berpengalaman. Shoygu menyatakan banyak relawan yang datang ke komisariat militer, bersedia pergi untuk mengikuti kegiatan militer.

"Sangat penting untuk berhati-hati memenuhi setiap permintaan tersebut--untuk tidak menolak siapa pun kecuali ada alasan serius untuk itu," kata dia.

Pada 21 September 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi parsial di negara itu, yang akan mempengaruhi sekitar 300.000 orang berusia 18-50 tahun.

sumber : Anadolu
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement