Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Resmi Usung Anies, Nasdem Ubah Kondisi Perpolitikan di Indonesia

Selasa 04 Oct 2022 10:32 WIB

Rep: Febriyanto Adi Saputro/ Red: Bilal Ramadhan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pidato dalam acara Deklarasi Calon Predisen (capres) Partai Nasdem di Nasdem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022). Partai Nasdem mengubah kondisi perpolitikan Indonesia setelah resmi mengusung Anies.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pidato dalam acara Deklarasi Calon Predisen (capres) Partai Nasdem di Nasdem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022). Partai Nasdem mengubah kondisi perpolitikan Indonesia setelah resmi mengusung Anies.

Foto: Prayogi/Republika
Partai Nasdem mengubah kondisi perpolitikan Indonesia setelah resmi mengusung Anies.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Politik Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menilai pengumuman kandidat capres bakal kerek elekabilitas partai politik. Menurutnya, jika partai atau koalisi ingin memenangkan pertarungan elektoral, mereka perlu merilis nama bacapres yang akan didukung dalam Pilpres 2024. 

"Jika ingin memenangkan pertarungan elektoral maka perlu mengumumkan bacapres untuk kepentingan branding dan penerimaan publik," kata Herry dalam keterangannya, Senin (3/10/2022).

Baca Juga

Herry mengungkapkan langkah Partai Nasdem yang mengumumkan dukungannya untuk Anies Baswedan pada pemilu 2024 merupakan hal yang wajar dalam konteks demokrasi dan pemenangan Pemilu 2024. Nasdem sedang mengukur sekaligus mempersiapkan coattail effect elektoral bagi partainya.

"Bahwa kemudian Anies jadi capres Nasdem ini kan soal coattail effect elektoral bagi parpol juga karena elektabilitas Anies cukup konsisten di tiga besar," ucapnya.

Selain itu, menurutnya, langkah NasDem ini akan mengubah kondisi perpolitikan Indonesia. Koalisi partai politik lain seperti Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), Gerindra-PKB, dan PDIP akan terpengaruh dengan pencalonan tersebut.

KIB sendiri, yang terdiri dari Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) terlihatbelum akan mengumumkan nama calon. Sementara Golkar telah mendorong Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto sebagai Capres Golkar. Airlangga sudah bertemu dengan sejumlah petinggi partai seperti Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA